Penulis : Dimas Bromo FM Sabtu, 22 Oktober 2016 TIRIS – Jasad Dodi, 18, remaja yang tenggelam di Ranu Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten...
Penulis : Dimas Bromo FM
Sabtu, 22 Oktober 2016
TIRIS – Jasad Dodi, 18, remaja yang tenggelam di Ranu Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Selasa (18/10/2016) petang, akhirnya ditemukan. Jasadnya ditemukan mengapung 50 meter dari lokasi awal ia tenggelam, Jum’at (21/10/2016) pagi. Tepat di hari keempat pencarian korban.
Pencarian korban sendiri dimulai pukul 06.00. Tiga anggota Basarnas dan dua anggota BPBD Kabupaten Probolinggo kembali menyisir tiga titik dengan menggunakan perahu karet. Pertama, di sekitar gazebo (tempat korban tenggelam) hingga sejauh 6 meter ke tengah ranu.
Lalu di sebelah timur lokasi korban tenggelam, hingga sejauh 6 meter. Serta, di sepanjang dermaga sampai utara gardu sejauh 18 meter. “Pencarian korban dilakukan mulai pukul 06.00. Lokasinya tidak berbeda jauh dengan pencarian di hari ketiga,” terang Kapolsek Tiris AKP Wijaya.
Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 06.20, tim pencarian menemukan jasad korban. Ia ditemukan mengapung sekitar 50 meter ke arah utara dari lokasi tenggelam. Saat ditemukan korban dalam posisi tertelungkup dan telanjang.
“Korban ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi saat ia tenggelam,” jelas perwira dengan tiga setrip di pundaknya ini. Tim pencarian pun langsung membawa korban ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk divisum.
Dari hasil visum, diketahui korban meninggal karena kehabisan napas saat tenggelam. Kondisi korban sendiri saat pertama kali ditemukan cukup mengenaskan. Tubuhnya menghitam karena mengalami pembengkakan. Selain itu, sebagian kulit wajah dan dadanya mulai mengelupas akibat pembusukan.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menjelaskan, ke depan pihaknya akan melakukan sistem peringatan dini bagi warga dan wisatawan yang berkunjung ke ranu.
Yakni, memasang rambu-rambu berupa larangan berenang. Selain itu, Disbudpar juga akan semakin mengintensifkan sosialisasi kepada warga setempat dan wisatawan tentang Ranu Segaran. Pengetahuan ini diharapkan membuat wisatawan dan warga lebih berhati-hati saat berada di Ranu.
“Untuk keluarga korban, kami beri bantuan berupa pemulangan jenasah dengan mobil ambulans dan biaya pemakaman,” katanya. (maz/ast)
Sabtu, 22 Oktober 2016
TIRIS – Jasad Dodi, 18, remaja yang tenggelam di Ranu Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Selasa (18/10/2016) petang, akhirnya ditemukan. Jasadnya ditemukan mengapung 50 meter dari lokasi awal ia tenggelam, Jum’at (21/10/2016) pagi. Tepat di hari keempat pencarian korban.
Pencarian korban sendiri dimulai pukul 06.00. Tiga anggota Basarnas dan dua anggota BPBD Kabupaten Probolinggo kembali menyisir tiga titik dengan menggunakan perahu karet. Pertama, di sekitar gazebo (tempat korban tenggelam) hingga sejauh 6 meter ke tengah ranu.
Lalu di sebelah timur lokasi korban tenggelam, hingga sejauh 6 meter. Serta, di sepanjang dermaga sampai utara gardu sejauh 18 meter. “Pencarian korban dilakukan mulai pukul 06.00. Lokasinya tidak berbeda jauh dengan pencarian di hari ketiga,” terang Kapolsek Tiris AKP Wijaya.
Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 06.20, tim pencarian menemukan jasad korban. Ia ditemukan mengapung sekitar 50 meter ke arah utara dari lokasi tenggelam. Saat ditemukan korban dalam posisi tertelungkup dan telanjang.
“Korban ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi saat ia tenggelam,” jelas perwira dengan tiga setrip di pundaknya ini. Tim pencarian pun langsung membawa korban ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk divisum.
Dari hasil visum, diketahui korban meninggal karena kehabisan napas saat tenggelam. Kondisi korban sendiri saat pertama kali ditemukan cukup mengenaskan. Tubuhnya menghitam karena mengalami pembengkakan. Selain itu, sebagian kulit wajah dan dadanya mulai mengelupas akibat pembusukan.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menjelaskan, ke depan pihaknya akan melakukan sistem peringatan dini bagi warga dan wisatawan yang berkunjung ke ranu.
Yakni, memasang rambu-rambu berupa larangan berenang. Selain itu, Disbudpar juga akan semakin mengintensifkan sosialisasi kepada warga setempat dan wisatawan tentang Ranu Segaran. Pengetahuan ini diharapkan membuat wisatawan dan warga lebih berhati-hati saat berada di Ranu.
“Untuk keluarga korban, kami beri bantuan berupa pemulangan jenasah dengan mobil ambulans dan biaya pemakaman,” katanya. (maz/ast)



COMMENTS