Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 16/10/2016 GENDING – Kedatangan jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo dimanfaatkan para pencopet untuk ...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 16/10/2016
GENDING – Kedatangan jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo dimanfaatkan para pencopet untuk beraksi. Jumat (14/10/2016) malam sekitar pukul 21.25 WIB, ada dua keluarga jamaah haji yang melapor ke Polsek Gending dan mengaku kecopetan.
Dalam menyambut kedatangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 63 itu, polisi juga mengamankan seorang lelaki berinisial Sw, 49. Warga Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Mojokerto, itu diamankan karena diduga mencopet dompet milik salah satu keluarga jamaah.
Malam itu, keluarga jamaah haji itu memang terlibat desak-desakan di pintu masuk Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending. Saat itu, pintu masuk menuju Miniatur Ka’bah sengaja ditutup. Sehingga, hanya keluarga jamaah yang memiliki memiliki ID Card dari panitia yang boleh masuk.
Diduga, situasi itulah yang dimanfaatkan penjahat untuk beraksi mencopet dompet keluarga jamaah. Di tengah-tengah desakdesakan itu, Abdul Kolik, 35, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, merasa dompetnya ada yang mencopet.
Sehingga, langsung membalikkan badannya. Saat itulah, ada warga yang melihat dompet Abdul Kolik diambil terduga Sw. Sehingga, Sw sempat dipukili massa dan diamankan polisi. Abdul Kolik nyaris kehilangan uang Rp 1,4 juta dalam dompetnya.
“Tadi saya merasa dompet saya ada yang mengambil. Lalu di belakang saya ada pria itu (Sw). Akhirnya, beberapa warga yang melihat langsung mengamankannya. Dompet saya ada di bawah,” ujarnya.
Malam itu juga, Sw digelandang ke Mapolsek Gending. Sebelum dibawa ke Mapolsek, polisi menggeledahnya. Tapi, polisi tak mendapatkan terduga membawa barang hasil curian. Tapi, Sw tetap dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa lebih lanjut.
Kapolsek Gending AKP Sunaryo mengatakan, malam itu terjadi tiga kali pencopetan. Termasuk, Abdul Kolik. Tapi, dia tak melaporkan kasusnya itu ke polisi. Sedangkan, dua korban lainnya memilih melapor. Yakni, Suryati, warga Desa/Kecamatan Pakuniran yang kehilangan uang Rp 150 ribu.
Serta, Rohmani, warga Desa Bucor, Kecamatan Pakuniran. Kepada polisi, Rohmani mengaku kecopetan dompet yang berisi uang Rp 400 ribu dan handphone. “Dompetnya ditemukan di depan POM bensin uangnya sudah tidak ada. Untuk dompet ibu Rohmani tinggal kartu BPJS yang ada, uangnya tidak ada,” ujarnya.
Sunaryo mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa Sw. Kepadanya, Sw mengaku hanya seorang sendiri dan datang untuk melihat jamaah haji yang baru datang dari Mekkah. Soal dompet milik Abdul Kolik, Sw mengaku tak mencopetnya. Tapi, menemukan terjatuh ke tanah. Karena tak ada barang bukti, terduga bisa bebas dari jerat hukum. “Secara hukum jika tidak ada barang bukti, terlapor akan di bebaskan,” ujarnya. (maz/ast)
Minggu, 16/10/2016
GENDING – Kedatangan jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo dimanfaatkan para pencopet untuk beraksi. Jumat (14/10/2016) malam sekitar pukul 21.25 WIB, ada dua keluarga jamaah haji yang melapor ke Polsek Gending dan mengaku kecopetan.
Dalam menyambut kedatangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 63 itu, polisi juga mengamankan seorang lelaki berinisial Sw, 49. Warga Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Mojokerto, itu diamankan karena diduga mencopet dompet milik salah satu keluarga jamaah.
Malam itu, keluarga jamaah haji itu memang terlibat desak-desakan di pintu masuk Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending. Saat itu, pintu masuk menuju Miniatur Ka’bah sengaja ditutup. Sehingga, hanya keluarga jamaah yang memiliki memiliki ID Card dari panitia yang boleh masuk.
Diduga, situasi itulah yang dimanfaatkan penjahat untuk beraksi mencopet dompet keluarga jamaah. Di tengah-tengah desakdesakan itu, Abdul Kolik, 35, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, merasa dompetnya ada yang mencopet.
Sehingga, langsung membalikkan badannya. Saat itulah, ada warga yang melihat dompet Abdul Kolik diambil terduga Sw. Sehingga, Sw sempat dipukili massa dan diamankan polisi. Abdul Kolik nyaris kehilangan uang Rp 1,4 juta dalam dompetnya.
“Tadi saya merasa dompet saya ada yang mengambil. Lalu di belakang saya ada pria itu (Sw). Akhirnya, beberapa warga yang melihat langsung mengamankannya. Dompet saya ada di bawah,” ujarnya.
Malam itu juga, Sw digelandang ke Mapolsek Gending. Sebelum dibawa ke Mapolsek, polisi menggeledahnya. Tapi, polisi tak mendapatkan terduga membawa barang hasil curian. Tapi, Sw tetap dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa lebih lanjut.
Kapolsek Gending AKP Sunaryo mengatakan, malam itu terjadi tiga kali pencopetan. Termasuk, Abdul Kolik. Tapi, dia tak melaporkan kasusnya itu ke polisi. Sedangkan, dua korban lainnya memilih melapor. Yakni, Suryati, warga Desa/Kecamatan Pakuniran yang kehilangan uang Rp 150 ribu.
Serta, Rohmani, warga Desa Bucor, Kecamatan Pakuniran. Kepada polisi, Rohmani mengaku kecopetan dompet yang berisi uang Rp 400 ribu dan handphone. “Dompetnya ditemukan di depan POM bensin uangnya sudah tidak ada. Untuk dompet ibu Rohmani tinggal kartu BPJS yang ada, uangnya tidak ada,” ujarnya.
Sunaryo mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa Sw. Kepadanya, Sw mengaku hanya seorang sendiri dan datang untuk melihat jamaah haji yang baru datang dari Mekkah. Soal dompet milik Abdul Kolik, Sw mengaku tak mencopetnya. Tapi, menemukan terjatuh ke tanah. Karena tak ada barang bukti, terduga bisa bebas dari jerat hukum. “Secara hukum jika tidak ada barang bukti, terlapor akan di bebaskan,” ujarnya. (maz/ast)



COMMENTS