Penulis : Dimas Bromo FM Senin, 24 Oktober 2016 KRAKSAAN – Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD-ADD) tahap akhir di Kabupaten Probolinggo ...
Penulis : Dimas Bromo FM
Senin, 24 Oktober 2016
KRAKSAAN – Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD-ADD) tahap akhir di Kabupaten Probolinggo sudah masuk ke rekening pemerintah desa awal Oktober lalu. Tapi, sejauh ini dari 325 desa di Kabupaten Probolinggo, belum semuannya mencairkannya.
Kabag Pemerintahan Pemkab Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, hingga Jumat (21/10/2016), baru 250 desa yang mencairkan DD. Sedangkan, yang mencairkan ADD baru 35 desa. Karenanya, pihaknya berharap pemerintah desa segera menyelesaikan surat pertanggung-jawaban (SPj) DD tahap pertama dan ADD tahap kedua.
Edy mengatakan, jika tidak segera dicairkan, dikhawatirkan penyerapan DD-ADD tak akan maksimal. Sehingga, menimbulkan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). “Silpa ini dapat berakibat penurunan besaran DD-ADD pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Menurut Edy, untuk ADD tidak akan terlalu bermasalah meski pencairannya terlambat. Sebab, ADD tahap akhir ini digunakan untuk pembiayaan non operasional. Seperti, pembayaran penghasilan tetap perangkat desa dan pengerjaan nonfisik.
Tapi, untuk DD, pihaknya berharap pemerintah desa segera mencairkannya. Sebab, pertanggung jawaban pengerjaan fisik tahap akhir harus dilakukan pada pertengahan Desember 2016.
“Sesuai petunjuk, penyerapan harus rampung pada pertengahan Desember mendatang,” ujar Edy.
Terpisah, Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Probolinggo, Kusmo mengatakan, dari hasil sharing oleh ketua paguyuban setiap kecamatan, pencairan DD terkendala pengerjaan fisik yang belum rampung.
Kendala ini disebabkan faktor cuaca. Namun, Kusmo memastikan, awal bulan depan semua desa sudah mencairkannya. Pihaknya, optimistis tahun ini tidak akan ada silpa. Sebab, volume pengerjaan fisik tidak sebanyak tahap pertama.
“Dalam 2 bulan sisa saya optimis penyerapan dapat maksimal,” ujarnya. Sedangkan, untuk ADD pemerintah desa masih proses menyelesaikan SPj tahap kedua. Kusmo mengatakan, bulan depan semua desa sudah mencairkannya. Sebab, ADD tahap dua kebanyakan digunakan untuk operasional dan pengerjaan fisik yang tak seberapa. (maz/ast)
Senin, 24 Oktober 2016
KRAKSAAN – Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD-ADD) tahap akhir di Kabupaten Probolinggo sudah masuk ke rekening pemerintah desa awal Oktober lalu. Tapi, sejauh ini dari 325 desa di Kabupaten Probolinggo, belum semuannya mencairkannya.
Kabag Pemerintahan Pemkab Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, hingga Jumat (21/10/2016), baru 250 desa yang mencairkan DD. Sedangkan, yang mencairkan ADD baru 35 desa. Karenanya, pihaknya berharap pemerintah desa segera menyelesaikan surat pertanggung-jawaban (SPj) DD tahap pertama dan ADD tahap kedua.
Edy mengatakan, jika tidak segera dicairkan, dikhawatirkan penyerapan DD-ADD tak akan maksimal. Sehingga, menimbulkan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). “Silpa ini dapat berakibat penurunan besaran DD-ADD pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Menurut Edy, untuk ADD tidak akan terlalu bermasalah meski pencairannya terlambat. Sebab, ADD tahap akhir ini digunakan untuk pembiayaan non operasional. Seperti, pembayaran penghasilan tetap perangkat desa dan pengerjaan nonfisik.
Tapi, untuk DD, pihaknya berharap pemerintah desa segera mencairkannya. Sebab, pertanggung jawaban pengerjaan fisik tahap akhir harus dilakukan pada pertengahan Desember 2016.
“Sesuai petunjuk, penyerapan harus rampung pada pertengahan Desember mendatang,” ujar Edy.
Terpisah, Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Probolinggo, Kusmo mengatakan, dari hasil sharing oleh ketua paguyuban setiap kecamatan, pencairan DD terkendala pengerjaan fisik yang belum rampung.
Kendala ini disebabkan faktor cuaca. Namun, Kusmo memastikan, awal bulan depan semua desa sudah mencairkannya. Pihaknya, optimistis tahun ini tidak akan ada silpa. Sebab, volume pengerjaan fisik tidak sebanyak tahap pertama.
“Dalam 2 bulan sisa saya optimis penyerapan dapat maksimal,” ujarnya. Sedangkan, untuk ADD pemerintah desa masih proses menyelesaikan SPj tahap kedua. Kusmo mengatakan, bulan depan semua desa sudah mencairkannya. Sebab, ADD tahap dua kebanyakan digunakan untuk operasional dan pengerjaan fisik yang tak seberapa. (maz/ast)



COMMENTS