Penulis : Wawan Bromo FM Jum'at, 02/09/2016 KRAKSAAN - Strategi penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi resik...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jum'at, 02/09/2016
KRAKSAAN - Strategi penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi resiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat, agar individu dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono ketika membuka strategi KIE dalam penanggulangan HIV-AIDS di ruang Melati Dinkes Kabupaten Probolinggo, Kamis dan Jum’at (1-2/9/2016).
“Hal ini memerlukan peran aktif multipihak baik pemerintah maupun masyarakat termasuk mereka yang terinfeksi dan terdampak, sehingga keseluruhan upaya penanggulangan HIV dan AIDS dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya yang menyangkut area pencegahan, pengobatan, mitigasi dampak dan pengembangan lingkungan yang kondusif,” katanya.
Sementara Kasi Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Prbolinggo Sri Rusminah mengatakan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo sampai dengan Juni 2016 adalah sebanyak 1.162 kasus, dengan kasus tertinggi ibu rumah tangga.
“Dalam menghadapi epidemi HIV tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi untuk menghasilkan program yang cakupannya tinggi, efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Sri Rusminah, kegiatan ini dilakukan agar upaya promotif dan preventif di wilayah dalam penanggulangan HIV-AIDS lebih maksimal. “Tujuannya supaya terjalin koordinasi antara KPA, Dinkes dan petugas kesehatan dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 33 orang Perawat Ponkesdes dan 33 orang bidan di desa. Mereka mendapatkan materi meliputi IMS dan HIV-AIDS, Strategi KIE dalam penanggulangan HIV-AIDS, peran Klinik VCT dan penanggulangan HIV-AIDS di kecamatan. (wan/ast)
Jum'at, 02/09/2016
KRAKSAAN - Strategi penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi resiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat, agar individu dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono ketika membuka strategi KIE dalam penanggulangan HIV-AIDS di ruang Melati Dinkes Kabupaten Probolinggo, Kamis dan Jum’at (1-2/9/2016).
“Hal ini memerlukan peran aktif multipihak baik pemerintah maupun masyarakat termasuk mereka yang terinfeksi dan terdampak, sehingga keseluruhan upaya penanggulangan HIV dan AIDS dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya yang menyangkut area pencegahan, pengobatan, mitigasi dampak dan pengembangan lingkungan yang kondusif,” katanya.
Sementara Kasi Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Prbolinggo Sri Rusminah mengatakan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo sampai dengan Juni 2016 adalah sebanyak 1.162 kasus, dengan kasus tertinggi ibu rumah tangga.
“Dalam menghadapi epidemi HIV tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi untuk menghasilkan program yang cakupannya tinggi, efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Sri Rusminah, kegiatan ini dilakukan agar upaya promotif dan preventif di wilayah dalam penanggulangan HIV-AIDS lebih maksimal. “Tujuannya supaya terjalin koordinasi antara KPA, Dinkes dan petugas kesehatan dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 33 orang Perawat Ponkesdes dan 33 orang bidan di desa. Mereka mendapatkan materi meliputi IMS dan HIV-AIDS, Strategi KIE dalam penanggulangan HIV-AIDS, peran Klinik VCT dan penanggulangan HIV-AIDS di kecamatan. (wan/ast)


COMMENTS