Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 24/09/2016 PAKUNIRAN – Sejak tahun 2014 lalu, Rike Nofitri Pramundari ditugaskan sebagai Bidan Desa R...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 24/09/2016
“Saya termotivasi menjadi bidan karena ingin lebih banyak membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Kunci sukses menjadi bidan adalah sabar, tidak tinggi hati, telaten dan selalu tersenyum,” kata perempuan yang mengaku masih single ini, Sabtu (24/9/2016).
Perempuan kelahiran Probolinggo, 6 Nopember 1988 ini berpesan kepada masyarakat agar lebih mengerti pentingnya kesehatan dan keselamatan jiwa. “Harapan ke depan saya bisa menunaikan tugas lebih baik lagi dan fasilitas kesehatan yang ada di desa lebih memadai lagi,” jelas penyuka wisata kuliner ini.
Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Suyadi dan Sumiyati ini mengaku, banyak suka dan duka yang dialaminya sejak pertama menjadi bidan. Salah satunya bisa membantu banyak orang, mempelajari karakteristik tiap individu yang berbeda-beda sehingga membutuhkan kesabaran yang lebih.
Ia mengaku, ada pengalaman yang paling berkesan dan tidak bisa saya lupakan. Yakni saat merujuk pasien melahirkan atau pun orang sakit ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai dengan medan yang sulit dijangkau mobil.
“Akhirnya warga dengan menggunakan tandu yang terbuat dari kursi dan bambu bisa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki untuk mempercepat waktu,” pungkas alumnus Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong ini. (wan/ast)


COMMENTS