Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 25/09/2016 SUKAPURA – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuat kebijakan baru dengan menste...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 25/09/2016
Minggu, 25/09/2016
SUKAPURA – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuat kebijakan baru dengan mensterilkan kawasan lautan pasir dari Pedagang Kali Lima (PKL). Hal itu dilakukan, semata-mata agar kawasan tersebut lebih bersih.
Namun, bukan berarti PKL dilarang berjualan di kawasan Bromo. TNBTS menyilahkan PKL untuk berjualan diluar lokasi yang udah dinyatakan steril. Misalnya, diluar patok ataupun di luar area Pura Luhur Poten.
Kepala Seksi wilayah I TNBTS, Sarmin mengatakan, upaya itu dilakukan untuk merubah dan menertibkan kawasan Bromo. Salah satunya, menertibkan para PKL yang berjualan di sepanjang lautan pasir. Nah, pihaknya pun menertibkan semua PKL yang ada dengan memindahkan ke luar patok yang berada disisi utara lautan pasir.
“Sudah kami kumpulkan para pedagang dan warga yang ikut kegiatan perekonomian di lautan pasir,” katanya.
Sarmin mengungkapkan, sejatinya sejak awal sudah disepakati para PKL untuk berjualan di satu titik di luar patok. Namun, seiring waktu berjalan, banyak PKL yang tumbuh dan berjualan di dalam patok. Tentunya, keberadaan PKL bertenda yang tersebar di sejumlah titik dalam patok lautan pasir akan menciptakan kesemerawutan.
Selain itu, keberadaan para PKL tersebut justru dianggap mengganggu kearifan budaya lokal warga Tengger. “Jadi perlu dilakukan penertiban atau penataan kembali dengan se-izin dari sesepuh adat Tengger. Totalnya, ada sekitar 54 pedagang yang berjualan di kawasan lautan pasir,” ungkapnya.
Dengan penertiban PKL di kawasan lautan pasir Bromo dikatakan Sarmin, diharapkan bisa memperindah kawasan Bromo dan menghilangkan kecemburuan sosial yang menyebabkan persaingan tidak sehat diantara para PKL. Sebab, para PKL berjualan di satu titik, yaitu di luar patok.
“Kedepannya kami tetap berkomitmen untuk menjaga kelestarian budaya kearifan lokal warga setempat dan juga memberikan kenyamanan kepada setiap pengunjung yang datang berkunjung,” ujarnya.
Sementara itu, Sunarip, salah seorang pentolan komunitas Bromo Lovers menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah dihubungi dan diajak melakukan pengawasan. Tidak hanya bagi PKL, namun juga parkir liar. “Pada intinya kami menyambut baik aturan tersebut dan siap membantu pelaksanaannya,” katanya. (wan/ast)



COMMENTS