Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 25/09/2016 GADING – Pasca penggrebekan dan penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kamis (22/9/2016) l...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 25/09/2016
Minggu, 25/09/2016
GADING – Pasca penggrebekan dan penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kamis (22/9/2016) lalu, para pengikut Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mulai pulang ke daerah asalnya. Mereka pulang setelah dijemput keluarganya.
Hal itu disampaikan Camat Gading Slamet Hariyanto, Sabtu (24/9/2016). Menurutnya, saat ini, dari 3.119 orang pengikut Padepokan yang menetap, diperkirakan sudah separo lebih yang pulang. ”Sudah banyak yang pulang. Mungkin sekarang ada sekitar seribu orang yang belum pulang,” katanya.
Slamet mengungkapkan, kepulangan sebagian besar pengikut Padepokan itu lantaran dijemput keluarganya. Memang, keinginan para pengikut Padepokan tidak pulang. Tetapi, saat keluarganya datang menjemput dan meminta untuk pulang, mereka pun ikut pulang.
”Mereka tidak melapor saat pulang. Tapi mereka dijemput pulang oleh keluarganya. Saya sempat menanyakan langsung pada beberapa keluarga pengikut Padepokan itu. Kalau tidak diajak keluarganya untuk pulang, mereka tidak mau pulang,” terangnya.
Saat disinggung soal dampak dari keberadaan Padepokan itu pada masyarakat, Camat mengungkapkan, tidak ada dampak positif yang signifikan pada masyarakat. Sejauh ini, masyarakat sekitar Padepokan tidak pernah ikut dalam Padepokan itu.
”Hanya ada dampak positif ekonomi bagi warga sekitar yang berjualan. Tidak ada dampak positif bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Sementara Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi Marwah Daud Ibrahim menyebutkan, memang ada sebagian pengikut yang pulang. Namun, semuanya sudah memberitahu dirinya.
“Semua sudah memberitahu saya. Memang mereka pulang. Tapi, mereka nanti akan kembali ke Padepokan,” tuturnya. Saat ini menurutnya, masih ada separo santri yang bermukim di Padepokan. Mereka menjalankan aktivitas seperti biasa, terutama istighotsah. (rdr/ast)



COMMENTS