Penulis : Wawan Bromo FM Jum'at, 23/09/2016 LECES – Mengajar itu menyenangkan, bisa menyampaikan ilmu dan mencerdaskan anak bangsa se...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jum'at, 23/09/2016
LECES – Mengajar itu menyenangkan, bisa menyampaikan ilmu dan mencerdaskan anak bangsa sehingga menjadi lebih baik. Hal itulah yang dirasakan guru SDN Jorongan 2 Kecamatan Leces, Linda Hartini.
“Pengalaman paling berkesan saya rasakan saat mengajarkan materi dengan menggunakan metode yang menarik, terutama mata pelajaran matematika. Di samping juga mengikuti pelatihan seperti tari dan mengikutkan siswa untuk lomba tari,” kata istri Anang Mulahi ini, Jum’at (23/9/2016).
Perempuan kelahiran Probolinggo, 30 April 1984 ini mengaku, motivasinya memilih menjadi guru karena ingin mewujudkan cita-cita dari kecil karena guru merupakan pekerjaan mulia. Selain itu lebih banyak waktu untuk keluarga.
“Seorang guru harus senantiasa belajar, memperbarui ilmu terutama dalam bidang IT agar dapat memberikan pengajaran yang inovatif dan kreatif,” jelas guru yang hobi menari ini.
Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Paing dan Katemi ini menerangkan, tugas guru adalah membimbing dan mendidik siswa menjadi siswa yang cerdas dan berbudi pekerti yang baik. “Dengan karakteristik siswa yang berbeda, guru harus memberikan pendekatan personal atas masalah yang dihadapi siswa,” terangnya.
Guru yang pernah menjadi lima penyaji terbaik non rangking Festival Tari Kiprah Glipang ini berpesan kepada guru lain agar melakukan tugasnya dengan semangat tinggi dan tidak mudah putus asa. (wan/ast)
Jum'at, 23/09/2016
LECES – Mengajar itu menyenangkan, bisa menyampaikan ilmu dan mencerdaskan anak bangsa sehingga menjadi lebih baik. Hal itulah yang dirasakan guru SDN Jorongan 2 Kecamatan Leces, Linda Hartini.
“Pengalaman paling berkesan saya rasakan saat mengajarkan materi dengan menggunakan metode yang menarik, terutama mata pelajaran matematika. Di samping juga mengikuti pelatihan seperti tari dan mengikutkan siswa untuk lomba tari,” kata istri Anang Mulahi ini, Jum’at (23/9/2016).
Perempuan kelahiran Probolinggo, 30 April 1984 ini mengaku, motivasinya memilih menjadi guru karena ingin mewujudkan cita-cita dari kecil karena guru merupakan pekerjaan mulia. Selain itu lebih banyak waktu untuk keluarga.
“Seorang guru harus senantiasa belajar, memperbarui ilmu terutama dalam bidang IT agar dapat memberikan pengajaran yang inovatif dan kreatif,” jelas guru yang hobi menari ini.
Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Paing dan Katemi ini menerangkan, tugas guru adalah membimbing dan mendidik siswa menjadi siswa yang cerdas dan berbudi pekerti yang baik. “Dengan karakteristik siswa yang berbeda, guru harus memberikan pendekatan personal atas masalah yang dihadapi siswa,” terangnya.
Guru yang pernah menjadi lima penyaji terbaik non rangking Festival Tari Kiprah Glipang ini berpesan kepada guru lain agar melakukan tugasnya dengan semangat tinggi dan tidak mudah putus asa. (wan/ast)



COMMENTS