Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 01/09/2016 KRAKSAAN – Tahun ini, target produksi garam di Kabupaten Probolinggo dipatok 25 ribu ton. Untu...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 01/09/2016
KRAKSAAN – Tahun ini, target produksi garam di Kabupaten Probolinggo dipatok 25 ribu ton. Untuk mencapai target tersebut, beragam upaya ditempuh di antaranya, dengan pemberian bantuan terpal (geoisolator) untuk meja kristalisasi garam.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Wahid Noor Azis. Menurutnya, bantuan sebanyak 236 rol geoisolator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini dimaksudkan untuk memberdayakan petani garam di Kabupaten Probolinggo.
“Bantuan ini turun langsung kepada Koperasi Mina Teratai di Desa Pesisir Kecamatan Gending. Nantinya 236 rol geoisolator ini didistribusikan kepada 16 Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) di Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton,” katanya.
Menurut Wahid, pemberian bantuan geoisolator ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas garam yang dihasilkan Kugar. “Harapannya produksi dan kualitas garam di Kabupaten Probolinggo meningkat dan memiliki ciri khas tersendiri. Karena jika dilihat dari bentuk fisik, garamnya putih dan bersih,” pungkasnya. (wan/ast)
Kamis, 01/09/2016
KRAKSAAN – Tahun ini, target produksi garam di Kabupaten Probolinggo dipatok 25 ribu ton. Untuk mencapai target tersebut, beragam upaya ditempuh di antaranya, dengan pemberian bantuan terpal (geoisolator) untuk meja kristalisasi garam.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Wahid Noor Azis. Menurutnya, bantuan sebanyak 236 rol geoisolator dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini dimaksudkan untuk memberdayakan petani garam di Kabupaten Probolinggo.
“Bantuan ini turun langsung kepada Koperasi Mina Teratai di Desa Pesisir Kecamatan Gending. Nantinya 236 rol geoisolator ini didistribusikan kepada 16 Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) di Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan, dan Paiton,” katanya.
Menurut Wahid, pemberian bantuan geoisolator ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas garam yang dihasilkan Kugar. “Harapannya produksi dan kualitas garam di Kabupaten Probolinggo meningkat dan memiliki ciri khas tersendiri. Karena jika dilihat dari bentuk fisik, garamnya putih dan bersih,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS