Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 13/08/2016 DRINGU – Sebanyak 25 penyandang tuna netra di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelati...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 13/08/2016
Sabtu, 13/08/2016
“Pelatihan ini bertujuan memberikan ilmu dan ketrampilan bagi penyandang disabilitas agar lebih terampil dan bisa mandiri dalam menghadapi kehidupan,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Siti Khoiriyah.
Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo, Retno Ngastiti Djuwitani mengungkapkan, dalam proses pembangunan nasional, seluruh warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Penyandang cacat adalah salah satu kelompok warga yang merupakan pengguna dan salah satu populasi dalam kelompok yang berkepentingan ikut menentukan keberhasilan pembangunan,” katanya.
Menurut Retno, peningkatan dan penggalian potensi para penyandang cacat, termasuk penyandang cacat netra merupakan upaya penting yang wajib dilaksanakan sehingga dapat didayagunakan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
“Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para penyandang cacat, maka berbagai bentuk usaha yang bersifat fasilitatif dan advokatif perlu diupayakan bersama baik oleh pemerintah maupun masyarakat sehingga para penyandang cacat dapat menikmati hidup yang lebih bermanfaat dan bermartabat,” jelasnya.
Retno menambahkan, kegiatan ini dimaksudkan memberdayakan penyandang cacat sehingga para penyandang cacat netra mampu berperan aktif dalam kehidupan masyarakat.
“Selain itu memberikan ketrampilan kerja sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki sendiri sehingga dapat membuka usaha sendiri dan memperoleh penghasilan sendiri yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Di samping juga dididik bagaimana bersosialisasi di masyarakat tanpa harus malu dengan keterbatasan yang mereka miliki,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS