Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 07/08/2016 DRINGU – Bagi sebagian petani, kemarau basah yang terjadi tahun ini membuat tanamannya ru...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 07/08/2016
DRINGU – Bagi sebagian petani, kemarau basah yang terjadi tahun ini membuat tanamannya rusak. Namun, hal itu harus disikapi cerdas oleh petani dan harus bisa memanfaatkan kemarau basah tersebut.Seperti pada umumnya bagi petani tembakau, adanya hujan di musim kemarau tentu sangat mengganggu dan pasti akan merugikan petani lantaran tembakaunya langsung mati. Begitu juga petani garam yang tidak kunjung bisa memproduksi garam lantaran kurangnya sinar matahari.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim As’ari melalui Kasi Perlindungan Arif Kurniadi mengatakan, petani seharusnya bisa memanfaatkan kemarau basah ini. Karena dengan kemarau basah, setidaknya petani tidak lagi dipusingkan dengan kekurangan air. “Kalau kemarau basah tentu tidak lagi butuh mesin bor, airnya juga melimpah,” katanya.
Arif menambahkan, kemarau basah ini juga akan menambah ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo. Sebab sebelumnya hanya bisa menanam padi sekali bisa dua kali, yang dua kali bisa tiga kali.
“Bagitu juga jagung, pasti pembiayaan air sudah bisa berkurang lantaran sudah dibantu dengan adanya hujan,” ungkapnya.
Kendati begitu, Dinas Pertanian hingga saat ini juga masih menunggu rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda. Hal itu disebabkan karena untuk mengantisipasi pertanian untuk ke depan. “Termasuk antisipasi musim tanam tahun depan, khawatir adanya kemarau basah ini justru berbanding terbalik dengan tahun ini,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS