Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 03/08/2016 PAKUNIRAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan bahwa hari ini ikhtia...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 03/08/2016
Hal tersebut disampaikan Bupati Tantri dalam kegiatan audiensi bersama masyarakat Desa Ranon Kecamatan Pakuniran, Rabu (3/8/2016). “Sebagai wujud syukur masyarakat, manfaatkan fasilitas pendidikan yang dibangun Pemerintah Daerah maupun tokoh ulama untuk sekolah putra dan putrinya,” katanya.
Menurut Bupati Tantri, kalau dulu sampai lulus SD atau bahkan tidak lulus, bagaimana saat ini putra dan putrinya bisa lulus minimal SMA. Hilangkan mitos sangkal yang ada di tengah-tengah masyarakat tatkala lamaran terhadap anak putrinya ditolak.
“Jangan putus asa dan kecil hati keadaan hari ini. Justru dengan keadaan baru ini masyarakat mempunyai cita-cita agar putranya lebih mulya dari orang tuanya. Satu-satunya cara untuk memulyakan anak bukan dengan mewarisi tanah, tapi bagaimana ikhtiar mempunyai ilmu dan ketrampilan serta akhlak yang bagus,” jelasnya.
Bupati Tantri menegaskan permasalahan pendidikan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama di Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu, kepala desa hendaknya memberikan pemahaman dan pendewasaan kepada masyarakat, manakala ada masyarakat yang datang ke balai desa untuk meminta ijin menikahkan anak.
“Pastikan dulu kecukupan umur dari calon pengantin. Jika belum cukup, berilah pemahaman kepada orang tua untuk menunda sampai lulus sekolah. Permasalahan pernikahan dini ini menjadi permasalahan serius karena disitu nantinya akan muncul berbagai permasalahan,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri menambahkan bahwa Pemerintah Daerah juga telah membangun fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit, puskesmas, pustu, polindes dan ponkesdes. Tidak hanya fisik, tetapi juga petugas kesehatan untuk melayani masyarakat. “Manfaatkan, jika sakit datangi fasilitas kesehatan. Mohon maaf manakala ada pelayanan yang belum sempurna dan banyak kekurangan,” pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Ranon Sirrahum mengatakan bahwa jumlah penduduk Desa Ranon mencapai 2.093 jiwa dengan 981 KK. Potensi utamanya adalah mangga arum manis, sengon, padi dan gula aren. Untuk PBB tahun 2016 sudah lunas 100 persen. “Kami atas nama masyarakat Desa Ranon menyampaikan terima kasih karena telah dibangun jembatan gantung dan jalan rabat beton,” katanya. (wan/ast)


COMMENTS