Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 09/08/2016 PAJARAKAN – Tambak garam di Kabupaten Probolinggo tahun 2016 luasnya 359,815 hektar (Ha) ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 09/08/2016
Penyempitan tambak garam itu karena beralih fungsi menjadi tambak intensif budidaya udang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. “Jumlah kelompok petambak garam yang ada sebanyak 60 kelompok dengan jumlah anggota 508 petambak garam,” katanya.
Menurut Dedy, produksi garam di Kabupaten Probolinggo tahun 2015 lalu mencapai 26.211,274 ton terdiri dari KW 1 sebanyak 3.356,378 ton, KW 2 sebanyak 20.064,2 ton dan KW 3 sebanyak 2.790,696 ton. “Apabila dibandingkan dengan tahun 2014 , terjadi kenaikan sebesar 1.062,475 ton dari produksi garam tahun 2014 sebesar 25.148,817 ton,” jelasnya.
Dedy menerangkan, kebijakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016 diarahkan kepada peningkatan kualitas garam rakyat melalui berbagai cara mulai dari proses produksi di lahan hingga penanganan pengolahan garam.
“Dalam hal produksi, metode Teknologi Ulir Filter (TUF) dan penggunaan geoisolator akan kita kembangkan di lahan tambak di Kabupaten Probolinggo dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam,” terangnya.
Tahun 2015, kata Dedy, penggunaan geoisolator telah diimplementasikan di lahan tambak garam di 8 desa potensi. Yakni, Desa Randutatah Kecamatan Paiton, Desa Kebonagung, Sidopekso dan Asembagus Kecamatan Kraksaan, Desa Penambangan dan Sukokerto Kecamatan Pajarakan, Desa Klaseman, Pajurangan dan Curahsawo Kecamatan Gending.
“Hasil penerapan pemasangan geoisolator dapat meningkatkan produksi garam dari 50 ton/Ha menjadi 75 ton/hektare atau peningkatannya mencapai 50% dibandingkan dengan menggunakan lahan tradisional,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS