Penulis : Wawan Bromo FM Jum'at, 19/08/2016 PAITON - Masalah HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo sampai saat ini cukup serius. Sampai...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jum'at, 19/08/2016
Jum'at, 19/08/2016
PAITON - Masalah HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo sampai saat ini cukup serius. Sampai dengan Desember 2015, penderita HIV mencapai 1.085 orang dengan penderita terbanyak adalah ibu rumah tangga. Bahkan ada beberapa bayi yang lahir dengan positif HIV.
Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Hari Kaspiantoro saat membuka pembinaan kelompok peduli HIV-AIDS di Kecamatan Paiton, Kamis (18/8/2016).
“Pemerintah Kabupaten Probolinggo sudah berupaya dengan membentuk klinik VCT dan diantaranya di RSUD Waluyo Jati. Dengan terbentuknya VCT (Voluntary Counseling and Testing) ini, maka kasus HIV-AIDS dapat ditemukan secara dini,” katanya.
Menurut Hari, jumlah kasus HIV-AIDS meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun masih ada kendala seperti faktor perilaku, keyakinan, norma budaya dan kondisi sosial, membuat masyarakat masih tidak mau memeriksakan diri. Hal ini mengakibatkan kasus-kasus AIDS menjadi lambat terdeteksi dan baru ditangani pada kondisi terminal di rumah sakit.
“Perlu dilakukan upaya terobosan guna meningkatkan perilaku masyarakat ke arah perilaku sehat dengan cara memperkuat kelompok-kelompok masyarakat yang peduli dengan HIV-AIDS,” jelasnya.
Hari menambahkan jarinngan kelompok orang-orang yang peduli dengan HIV-AIDS perlu diperkuat untuk ikut dalam penanggulangan dan pencegahannya. Saat ini yang sangat penting dilakukan adalah meningkatkan upaya promotif dan preventif dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat agar tahu, mau dan mampu berperilaku sehat serta mencegah diri sendiri dan keluarga dari penyakit HIV-AIDS serta peduli kepada masyarakat sekitarnya.
“Melihat kenyataan tersebut maka sangat penting adanya pelibatan masyarakat yang peduli untuk menyebarluaskan informasi HIV-AIDS. Peran kelompok masyarakat sangat penting dalam membina dan memfasilitasi anggota masyarakat agar pengetahuan, ketrampilan serta kemampuan meningkat untuk berperilaku hidup sehat,” pungkasnya.
Sementara Kasi Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok peduli HIV-AIDS dalam melakukan promotif dan preventif di masyarakat.
Pembinaan kelompok peduli HIV-AIDS ini diikuti oleh 20 orang dari Kecamatan Paiton. Selama pembinaan mereka mendapatkan materi dari lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo, KPA, Puskesmas dan Kelompok Peduli HIV-AIDS. (wan/ast)


COMMENTS