Penulis : Dimas Bromo FM Kamis, 14/07/2016 SUKAPURA - Perayaan Yadnya Kasada tahun 2016 di Gunung Bromo akan berjalan seperti biasa, ...
Penulis : Dimas Bromo FM
Kamis, 14/07/2016
Kamis, 14/07/2016
SUKAPURA - Perayaan Yadnya Kasada tahun 2016 di Gunung Bromo akan berjalan seperti biasa, meski gunung setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tengah erupsi. Ritual larung sesaji di mulut kawah tetap akan dilakukan Kamis (21/7/2016) dini hari mendatang.Koordinator Dukun Tengger, Sutomo, Kamis (14/7/2016) mengatakan, semua rangkaian Kasada akan dilakukan secara normal. Termasuk larung sesaji hasil bumi di puncak kawah. “Tidak ada pembatasan warga Suku Tengger yang naik ke puncak gunung Bromo,” katanya.
Dukun asal Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo itu menjelaskan, ritual Yadnya Kasada akan diikuti oleh seluruh warga Suku Tengger. Baik yang ada di Probolinggo, Pasuruan, Lumajang maupun Malang.
Sesuai jadwal, perayaan Yadnya Kasada akan dimulai Rabu (20/7/2016) dengan acara Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, pukul 19.00 WIB.
Pemberangkatan dan persiapan Upacara Ritual Yadnya Kasada akan dilakukan Kamis (21/7/2016) pada pukul 02.00 WIB.
Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, secara visual cuaca di kawasan Gunung Bromo cerah-mendung, angin tenang dengan suhu 9-20 derajat celcius.
Gunung Bromo terlihat jelas-kabut. Hujan gerimis-sedang. Asap kawah teramati putih, kelabu, coklat, kehitaman sedang-tebal, tekanan sedang-kuat, tinggi asap berkisar 300-1000 meter dari puncak kawah ke arah Barat laut-selatan. Terdengar suara dentuman lemah.
Seismik pada Pos Pengamatan Gunung Bromo menunjukkan, gempa tremor terekam dengan amplitudo maksimal (amax) 1-5 mili meter dengan dominan 1 mili meter. Tercatat 3 kali gempa hembusan dengan amax 16-20 mm dengan durasi 13-20 detik. Ada juga 4 kali gempa letusan dengan amax 29-32 mm dengan 20-32 detik.
Status Gunung Bromo masih waspada (level II). Masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung/wisatawan/pendaki, tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo. (maz/ast)


COMMENTS