Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 21/07/2016 DRINGU - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Moch. Nawi, Kamis (21/7/2016) s...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 21/07/2016
Penutupan ini dihadiri Kepala Bidang Diklat Fungsional pada Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Ardi Nursanto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Abdul Halim dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Setelah dilakukan evaluasi dari aspek sikap perilaku dan akademis, dari 30 peserta terdapat 3 peserta yang lulus dengan predikat sangat memuaskan. Yakni, Sukari, Sutilah dan Sudarmono. Sementara 13 orang peserta dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan 14 orang peserta dinyatakan dengan predikat cukup memuaskan.
Kepala BKD Kabupaten Probolinggo Abdul Halim mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Juga memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan yang baik dan berkualitas, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara Sekda Kabupaten Probolinggo H Moch. Nawi menyampaikan, untuk meningkatkan SDM aparatur agar produktif, dinamis dan responsive dalam menunjang keberhasilan pengelolaan pembangunan yang diharapkan, program diklat bagi aparatur merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya mengembangkan kualitas profesionalisme.
“Saya berharap semoga pengetahuan yang didapat bisa dijadikan sebagai leadership dengan berpegang pada tugas dan fungsi dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan sebagai rambu-rambu dalam pengelolaan tugas serta ditunjang skill untuk berkreasi dan berinovatif,” katanya.
Sedangkan Kepala Bidang Diklat Fungsional pada Badan Diklat Provinsi Jawa Timur Ardi Nursanto menekankan bahwa inovasi menjadi tuntutan publik saat ini. Dengan kata lain apabila birokrasi berhenti berinovasi, maka akan terjadi stagnan. “Inovasi dapat terus tumbuh apabila kita peka membaca situasi, menangkap peluang dan menganalisis kebutuhan serta berfikir kreatif untuk mencari solusi,” ujarnya.
Tenaga pengajar/widyaiswara dalam Diklatpim Tingkat IV ini berasal dari widyaiswara/pengajar Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, dosen perguruan tinggi dan pejabat Pemerintah Kabupaten Probolinggo. (wan/ast)


COMMENTS