Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 13/07/2016 KRAKSAAN – Sebagian kondisi jalan di Kabupaten Probolinggo berada di tanjakan tajam, daerah...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 13/07/2016
“Rigid beton merupakan solusi untuk peningkatan struktur jalan di daerah tanjakan tajam, pegunungan maupun tanah yang labil. Sebab jika dipaksakan menggunakan lapen maupun hotmix maka akan cepat rusak. Terlebih jika tanahnya labil,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo.
Sebelum dilakukan rigid beton, jalan tersebut diuruk, diratakan dan dikeraskan terlebih dulu. Setelah itu baru dicor tanpa tulang. Baru kemudian di-rigid beton dengan diberi besi baja dengan ketinggian 20 cm. “Jalan rigid beton baru bisa dilewati setelah 28 hari. Kalau kurang dari 28 hari, maka kualitasnya kurang bagus,” jelasnya.
Menurut Rachmad, peningkatan struktur jalan dengan rigid beton biayanya lebih mahal daripada hotmix. Misalnya dengan anggaran Rp 1 miliar, dengan rigid beton bisa terbangun jalan sepanjang 800 meter. Padahal dengan hotmix bisa terbangun jalan sepanjang 2 Km. “Kalau lapen malah lebih panjang lagi,” terangnya. (wan/ast)


COMMENTS