Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 31/07/2016 DRINGU – Dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini sekaligus pencegahan kekerasan terhadap ...
Minggu, 31/07/2016
DRINGU – Dalam rangka menurunkan angka pernikahan dini sekaligus pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) melibatkan sedikitnya 33 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Probolinggo.
Pelibatan 33 ormas ini ditandai dengan penandatanganan memori kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai bentuk komitmen dalam menurunkan angka pernikahan dini dan pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan.
Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo, Slamet Riyadi melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat, Herman Hidayat mengungkapkan, tingginya pernikahan dini. Dikatakan selama Januari-Juni 2016, angka pernikahan dini (usia di bawah 20 tahun) mencapai 1.985 pernikahan (45,15%) dari total 4.396 pernikahan.
“Untuk bulan Juni 2016 saja, jumlah pernikahan dini mencapai 174 pernikahan atau 45,91% dari total pernikahan 379 pernikahan,” katanya.
Menurut Herman, MoU bertujuan, agar program penurunan pernikahan dini dan pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan menjadi sebuah pergerakan yang dilakukan semua kelompok atau ormas.
“Ruang lingkup kesepakatan ini meliputi kegiatan advokasi dan penggerakan, orientasi dan pelatihan, pelayanan KB dan pemantauan. Tanggung jawab BPPKB dalam kesepakatan adalah menyediakan materi penggerakan, pemberian pelatihan dan pemberian bantuan teknis,” jelasnya.
Sementara pihak kedua, jelas Herman, bertanggung jawab memberikan informasi dan sosialisasi. Juga menyiapkan tenaga yang mau dilatih serta memberikan masukan kepada BPPKB Kabupaten Probolinggo. Adapun pembiayaan menjadi tanggung jawab masing-masing pihak, kecuali ada biaya yang dimiliki BPPKB Kabupaten Probolinggo.
“Ada persoalan yang semakin meningkat terkait dengan tradisi remaja sekarang yang menganggap masa tunangan sudah menikah. Sehingga semua ormas harus mengikuti dan mengantisipasi perkembangan trend yang terjadi pada kelompok remaja yang berkembang saat ini,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS