Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis. 28/07/2016 DRINGU - Petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo mulai resah. Pasalnya, harga b...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis. 28/07/2016
DRINGU - Petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo mulai resah. Pasalnya, harga bibit bawang merah dalam seminggu terakhir melonjak tinggi hingga Rp 68.000 per kilogram.
Puluhan hektar areal tanaman bawang merah di di Kabupaten Probolinggo terancam tidak dapat ditanami. Sebab sejak seminggu terakhir, stok bibit bawang merah mengalami kelangkaan.
Selain langka, harga bibit bawang merah siap tanam juga melambung tinggi. Saat ini, harga bibit merah dengan kualitas bagus berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 68 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga bibit bawang merah paling mahal mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Bahkan, untuk mendapatkan bibit bawang petani harus memburu hingga ke daerah lain seperti Jombang, Madiun, Nganjuk dan Brebes. “Bibit sekarang langka, bahkan kalaupun ada harganya mahal. Sehingga kami harus mencari ke daerah lain,” tutur Sabudrin, petani bawang merah asal Desa Dringu Kecamatan Dringu, Kamis (28/7/2016).
Kelangkaan tersebut dipicu oleh anomali cuaca yang melanda kawasan Kabupaten Probolinggo. Sehingga berpengaruh pada produksi dan kualitas bawang merah yang telah dipanen. Hasil panen yang tidak bagus, membuat petani enggan membuat bibit sendiri.
Sementara itu, harga jual bawang merah super ditingkat petani menembus Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah kualitas biasa sekitar Rp 25.000 per kilogram. “Meski harga bawang hasil panen cukup bagus, petani hanya mendapat hasil sedikit. Karena antara bibit, biaya perawatan dengan harga jual sama-sama tinggi,” timpal petani bawang merah lainnya Slamet. (maz/ast)



COMMENTS