Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 03/07/2016 KRAKSAAN – Saat ini masih marak ditemukan produk makanan dan minuman (mamin) berbahaya ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 03/07/2016
Minggu, 03/07/2016
KRAKSAAN – Saat ini masih marak ditemukan produk makanan dan minuman (mamin) berbahaya yang beredar di masyarakat. Salah satu masalah utamanya, pengawasan keamanan pangan yang kurang optimal.
Hal tersebut disampaikan Kasi Farmasi, Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Hajar Setyo Palupi. “Salah satu upayanya, dengan membentuk Tim Pengawas Kesehatan Jajanan Anak Sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pengawasan makanan dan minuman di wilayah Kabupaten Probolinggo dengan melibatkan komunitas sekolah,” katanya.
Menurut Hajar, tanggung jawab keamanan pangan yakni, jajanan yang dijual di sekolah tidak dapat diletakkan pada satu individu saja tetapi melibatkan semua unsur yang ada disekolah. “Manajemen pengawasan pangan di sekolah secara mandiri melibatkan seluruh unsur di sekolah untuk mengambil bagian dalam menjamin tercapainya keamanan pangan di sekolah,” jelasnya.
Hajar menerangkan, tim pengawas kesehatan jajanan anak sekolah ini merupakan komponen utama dalam manajemen pengawasan pangan sekolah mandiri. “Sebagai komponen utama, tim bertanggung jawab kepada kepala sekolah,” terangnya.
Tim Pengawas Kesehatan Jajanan Anak Sekolah ini, kata Hajar, dibentuk dalam rangka mewujudkan peran masyarakat sekolah dalam kegiatan pengawasan makanan dan minuman yang beredar di masyarakat, khususnya jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.
“Di mana manfaatnya meningkatkan kualitas pengawasan makanan dan minuman. Sehingga diharapkan terjadinya peningkatan kualitas keamanan makanan dan minuman yang beredar di masyarakat,” harapnya. (wan/ast)



COMMENTS