Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu,09/07/2016 KRAKSAAN – Sebanyak 86 SD di Kabupaten Probolinggo pada tahun pelajaran 2016/2017 akan men...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu,09/07/2016
Sabtu,09/07/2016
“Sebenarnya tahun 2015 usulan SD implementasi Kurikulum 2013 148 SD. Akan tetapi sampai saat ini kuota sasaran hanya 86 SD atau 13,5%,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo.
Menurut Tutug, ada beberapa perbedaan antara K-13 revisi dengan sebelumnya. Revisi itu di antaranya, terletak pada meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD). Juga penyederhanaan aspek penilaian siswa oleh guru, proses berpikir siswa tidak dibatasi, teori 5M (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis dan mencipta) tidak sebatas menjadi teori saja serta struktur mata pelajaran dan lama belajar di sekolah tidak diubah.
“Implementasi Kurikulum 2013 revisi ini akan diterapkan pada kelas 1 dan kelas 4 SD. Dengan harapan tahun-tahun berikutnya, penerapan ini akan dilakukan secara berjenjang. Sehingga harapannya pada tahun pelajaran 2018/2019 mendatang, penerapan Kurikulum 2013 ini bisa dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.
Demi mendukung implementasi Kurikulum 2013 revisi tersebut kata Tutug, Dispendik memberikan pelatihan terhadap kepala sekolah, guru kelas 1, guru kelas 4 dan guru PAI secara bertahap. “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan implementasi Kurikulum 2013 revisi bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS