Penulis : Dimas Bromo FM Minggu, 19 Juni 2016 GENDING - Pasca penguburan 12 bangkai paus, Jumat (17/6/2016) lalu, masyarakat kemba...
Penulis : Dimas Bromo FM
Minggu, 19 Juni 2016
Minggu, 19 Juni 2016
Bangkai ketiga paus itu kali pertama ditemukan pencari tiram, Sabtu (18/6/2016). Kondisi tiga bangkai paus itu sudah membusuk. Belatung dan beberapa bagian ususnya terburai keluar. Baunya bisa membuat sebagian orang mual.
“Tadi pagi, ada laporan dari pencari tiram. Akhirnya kami laporan ke Babinsa dan anggota TNI AL yang masih siaga di sekitar desa,” kata Nijam, nelayan setempat.
Bersama Babinsa Desa Pesisir Serda Gimun, Koptu Muhammad Roni dari Poskamdu Kamla Mayangan Kota Probolinggo dan sejumlah warga, Nijan melakukan penyisiran di sekitar hutan bakau perairan Desa Pesisir. Hasilnya, satu bangkai paus pilot berukuran panjang sekitar 5 meter berhasil ditemukan. Begitu ditemukan, bangkai langsung diseret dengan kapal ke dekat lokasi penguburan.
“Tetap kami lakukan penyisiran, mengantisipasi adanya bangkai yang tersangkut di hutan bakau. Sebab jika dibiarkan, maka bau busuknya akan sampai ke perkampungan. Hal ini jelas mengganggu aktivitas warga sekitar,” kata Serda Gimun.
Sementara itu, tiga bangkai paus yang berhasil diseret dari hutan bakau menjadi tontonan warga. Walaupun bau busuk terus menguar, sebagian warga berusaha mendekati onggokan bangkai paus.
Dengan ditemukannya tiga bangkai paus, total terdapat 15 paus pilot yang ditemukan mati setelah terdampar di pantai. Sebelumya, diketahui terdapat 32 paus yang sempat terdampar di pesisir pantai.
Terkait temuan ini, warga setempat meminta pemerintah atau SKPD terkait, dapat bertindak cepat. Soalnya karena kehadiran bangkai paus ini, nelayan setempat dilarang untuk melaut terlebih dulu.
“Kalau bisa ya segera ditangani. Desa kami ketempatan bangkai ini, kalau bisa ya secepatnya dikuburkan,” sahut Nijan, mewakili nelayan setempat. (maz/ast)


COMMENTS