Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 6/06/2016 PAKUNIRAN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Probolinggo mel...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 6/06/2016
PAKUNIRAN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Probolinggo melaksanakan program padat karya sebagai upaya mengurangi angka pengangguran. Kegiatan padat karya pembangunan infrastruktur sendiri dilakukan di tiga lokasi dengan bentuk kegiatan yang berbeda.
Yakni, pembuatan jalan makadam di Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar sepanjang 1 kilometer dan lebar 2,5 meter, pembuatan jalan makadam di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading sepanjang 850 meter dan lebar 2,5 meter. Serta pembuatan bronjong kawat penahan banjir di Desa Gunggungan Kidul Kecamatan Pakuniran sepanjang 100 meter dan tinggi 6 meter.
“Masing-masing lokasi ditargetkan selesai selama 30 hari dengan melibatkan 88 orang di setiap titiknya. Mereka kita upah sebesar Rp 50 ribu per orang per hari,” kata Kasi Perluasan Kerja dan Padat Karya Disnakertrans Kabupaten Probolinggo Saniwar.
Menurut Saniwar, padat karya merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran dengan cara memberikan pekerjaan kepada masyarakat. “Dengan kata lain infrastruktur ini dibangun sendiri oleh masyarakat tetapi mereka mendapatkan upah sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.
Sementara Adun, salah satu warga Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran mengaku, sangat bersyukur atas dibuatnya bronjong kawat di dekat rumahnya yang bersebelahan dengan sungai. Sebab jika tidak ada bronjong kawat tersebut, sekitar 40 rumah di dekat sungai itu akan terhanyut banjir.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Bupati karena program ini benar-benar sangat bermanfaat bagi kami. Kalau saja tidak ada bronjong kawat tersebut mungkin rumah kami sudah habis terhanyut banjir,” katanya. (wan/ast)
Yakni, pembuatan jalan makadam di Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar sepanjang 1 kilometer dan lebar 2,5 meter, pembuatan jalan makadam di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading sepanjang 850 meter dan lebar 2,5 meter. Serta pembuatan bronjong kawat penahan banjir di Desa Gunggungan Kidul Kecamatan Pakuniran sepanjang 100 meter dan tinggi 6 meter.
“Masing-masing lokasi ditargetkan selesai selama 30 hari dengan melibatkan 88 orang di setiap titiknya. Mereka kita upah sebesar Rp 50 ribu per orang per hari,” kata Kasi Perluasan Kerja dan Padat Karya Disnakertrans Kabupaten Probolinggo Saniwar.
Menurut Saniwar, padat karya merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran dengan cara memberikan pekerjaan kepada masyarakat. “Dengan kata lain infrastruktur ini dibangun sendiri oleh masyarakat tetapi mereka mendapatkan upah sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.
Sementara Adun, salah satu warga Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran mengaku, sangat bersyukur atas dibuatnya bronjong kawat di dekat rumahnya yang bersebelahan dengan sungai. Sebab jika tidak ada bronjong kawat tersebut, sekitar 40 rumah di dekat sungai itu akan terhanyut banjir.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Bupati karena program ini benar-benar sangat bermanfaat bagi kami. Kalau saja tidak ada bronjong kawat tersebut mungkin rumah kami sudah habis terhanyut banjir,” katanya. (wan/ast)



COMMENTS