Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 6/06/2016 KRAKSAAN – Penyakit kusta (lepra) merupakan penyakit menular dan menahun yang diseba...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 6/06/2016
KRAKSAAN – Penyakit kusta (lepra) merupakan penyakit menular dan
menahun yang disebabkan kuman kusta. Penyakit kusta menyerang kulit, saraf tepi
dan dapat pula menyerang jaringan tubuh lainnya, kecuali otak. Kusta bukan penyakit keturunan dan bukan pula disebabkan kutukan guna-guna, dosa atau makanan.
“Jika ditemukan sedini mungkin, kusta bisa diobati, bisa
sembuh dan tidak sampai mengalami kecacatan. Temukanlah bercak dimulai dari
keluarga. Bila ditemukan bercak, segera bawa ke Puskesmas untuk diperiksa. Kalau ada
kusta langsung diobati,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Ari Suciati.
Menurut Ari, stigma (cap buruk) masyarakat terhadap
penyakit kusta masih sangat tinggi, sehingga terjadi ketakutan yang berlebihan.
Data temuan kusta selama tahun 2015 mencapai 202 penderita. Sementara dari
Januari hingga Mei 2016 sudah ditemukan 69 penderita.
“Kita berupaya mencari penderita kusta sebanyak mungkin
untuk diberikan pengobatan sampai sembuh. Masyarakat harus membantu untuk
menemukan bercak di anggota keluarganya sendiri,” jelasnya.
Ari menambahkan, selama ini rata-rata penderita kusta
yang ditemukan sudah cacat dan parah. “Penyakit ini disebabkan oleh serangan
bakteri Mycobacterium Leprae. Di mana masa
inkubasinya mencapai 5 tahun. Kusta bisa menular melalui kontak langsung maupun
droflet (pernafasan) dengan penderita,” terangnya.
Ari menambahkan, penyakit
kusta terjadi karena sanitasi lingkungan dan kondisi lingkungan yang buruk
serta buruknya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Rata-rata yang terkena kusta adalah masyarakat yang hidup di daerah
kumuh, tidak sehat, sanitasi kurang serta ruangan tertutup. Kusta bisa dicegah
dengan menciptakan lingkungan dan sanitasi yang bersih serta menerapkan PHBS,”
tegasnya.
Untuk menanganit kusta, kata Ari, pihaknya memberikan pengobatan sampai sembuh secara gratis.
Penderita yang sudah cacat diberikan bantuan. “Biasanya penderita kusta kita
bawa ke rumah sakit di Sumberglagah,
Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS