Penulis Wawan Bromo FM Kamis, 16/06/2016 KRAKSAAN – Sedikitnya 200 siswa tingkat SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Probolinggo mengiku...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis, 16/06/2016
Kamis, 16/06/2016
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan SMP Hati BBS (Bilingual Boarding School) dan Pondok Pesantren Hati ini dibuka secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan dihadiri oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i, Kepala SKPD, Kepala Cabang Dispendik serta Kepala SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengungkapkan bahwa Pondok Ramadhan Terpadu ini baru pertama kali dan akan dilihat hasilnya nanti. Disini siswa SMP dan SMA/SMK akan bertemu dengan siswa lain se-Kabupaten Probolinggo.
“Tentunya dengan bertemunya kalian, Pemerintah Daearah mempunyai harapan besar agar mampu menjadikan manusia yang memiliki wawasan terbuka, tidak seperti katak dalam tempurung. Karena mungkin di daerah lain ada potensi yang lebih besar. Itulah pentingnya silaturahim,” katanya.
Menurut Bupati Tantri, dalam Pondok Ramadhan Terpadu ini para siswa tidak hanya akan diberi materi agama dan mengaji saja, tapi juga ada narasumber dari unsur kepolisian yang akan menyampaikan tentang hukum dan kasus yang ditangani Polres Probolinggo.
“Harapan saya, para Kepala Sekolah dan Kepala Cabang Dispendik se-Kabupaten Probolinggo memiliki peran strategis untuk ikut berperan aktif dalam ikhtiar Pemerintah Daerah. Manakala positif nantinya kegiatan ini akan diistiqomahkan dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik,” jelasnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri menegaskan bahwa manusia hari ini tidak percaya dengan doa dan lebih percaya pada logika. Oleh karenanya guru-guru harus kembali meyakinkan diri sendiri dan orang lain agar percaya kepada kekuatan doa dan mengenyampingkan hal-hal tentang logika.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat. Setelah selesai, apa yang didapat harus dibawa dan bagikan pada teman dan lingkungannya. Sebab kalian wajib menjadi agen-agen perubahan, khususnya yang berkaitan dengan kepemudaan,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan Pondok Ramadhan Terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat sekolah selama bulan suci Ramadhan.
“Serta tali temali antara proses dan hasil belajar dengan penilaian spiritual dan sosial peserta didik yang dilakukan oleh guru. Disamping juga sebagai wisata rohani dan wisata pendidikan di Pondok Pesantren Hati,” katanya.
Selama mengikuti Pondok Ramadhan Terpadu ini, para siswa yang terdiri dari 100 siswa SMP putra/putri, 50 siswa SMA putra/putri dan 50 siswa SMK putra/putri ini diasramakan di Pondok Pesantren Hati. Para peserta juga mendapatkan fasilitas makan minum untuk sahur dan buka puasa, perlengkapan sholat dan uang saku. (wan/ast)


COMMENTS