Penulis : Dimaz Bromo FM Jum'at, 13 Mei 2016 SUMBERASIH - Serangan penyakit difteri yang mengakibatkan satu balita meninggal di D...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at, 13 Mei 2016
Jum'at, 13 Mei 2016
SUMBERASIH - Serangan penyakit difteri yang mengakibatkan satu balita meninggal di Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Tak hanya itu, penyakit mematikan ini juga mengancam sepuluh ribu warga penghuni desa pulau itu.Rentannya penularan penyakit mematikan ini mengingat demografi pulau yang terisolir dari daratan Kabupaten Probolinggo. Apalagi tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi membuat kontak fisik antar warga sering terjadi.
Selain itu, pola hidup masyarakat yang cenderung mengabaikan kebersihan lingkungan. Dimana masyarakat selalu membuang sampah sembarangan, begitu pula saat BAB. Sehingga dapat menjadi media meluasnya defteri kepada warga lain di pulau sisi utara Kota Probolinggo ini.
“Penyakit ini penularannya dengan kontak langsung antara manusia ke manusia lainnya. Sehingga sangat rentan menular ketika terjadi kontak antara penderita dengan orang lain. Terutama pada keluarga dan teman yang sering berinteraksi,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono.
Sebagai tindak lanjut penetapan KLB, Desa Gili Ketapang juga menjadi perhatian Dinkes. Hal itu dilakukan agar warga di sekitar rumah korban tidak terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. “Makanya kami melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum dilakukan imunisasi difteri ke berbagai usia,” ujarnya.
Dengan ditetapkan sebagai KLB, pengobatan serta perawatan para pasien difteri akan ditanggung Pemkab Probolinggo. Tak hanya itu, saat ini Dinkes tengah mengupayakan imunisasi massal di pulau itu. Namun, masih menunggu ketersediaan vaksin yang didroping dari Dinkes Provinsi Jawa Timur.
“Semua pengobatan dan perawatan ditanggung oleh Pemkab Probolinggo. Sementara untuk imunisasi massal, kami masih berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Timur,” katanya. (maz/ast)


COMMENTS