Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 07/05/2016 KRAKSAAN - Selama tahun 2015 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mampu menunta...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 07/05/2016
Sabtu, 07/05/2016
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, sisa garapan tahun 2015 lalu mencapai 73.679 penyandang buta aksara. Yang berhasil dituntaskan melalui dana APBN sebanyak 3.000 orang terpusat di Kecamatan Tiris, Krucil dan Bantaran masing-masing 1.000 orang.
“Untuk alokasi dari APBD Provinsi Jawa Timur sebesar 3.150 kelompok belajar yang digarap oleh PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Red) se-Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Sementara untuk dana dari APBD Kabupaten Probolinggo, jelas Tutug, dilakukan melalui Gerakan Bersama Percepatan Pemberantasan Buta Aksara dengan target 11.110 orang. Di mana penyelenggaranya dilakukan melalui lembaga pendidikan negeri mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. “Totalnya ada sekitarnya 700 lembaga pendidikan negeri,” jelasnya.
Mantan Kabag Kominfo ini ini menegaskan, tahun 2015 merupakan tahun gerakan percepatan pemberantasan buta aksara dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan sehingga secara kuantitas dan kualitas lulusan (penerima Surat Keterangan Melek Aksara/Sukma) semakin meningkat.
“Pendidikan masyarakat diwujudkan secara terpadu dengan upaya untuk meningkatkan kondisi sosial, ekonomi dan budaya yang lebih bermanfaat dan memberdayakan masyarakat. Program keaksaraan fungsional diprioritaskan untuk masyarakat usia produktif (15-45 tahun),” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS