Penulis : Wawan Bromo FM Jum'at, 22/04/2016 PAITON – Tugas guru tidak hanya mendidik dan mengajar anak-anak. Seorang guru...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jum'at, 22/04/2016
PAITON – Tugas guru tidak hanya mendidik dan mengajar anak-anak. Seorang guru juga harus menjadi teman dan sahabat buat mereka. Dengan mengikuti dunia mereka, seorang guru dapat lebih mudah menyampaikan materi dan metode apa yang akan disampaikan.
Hal itu diungkapkan Shafinatul Jannah, guru SD Negeri Taman, Kecamatan Paiton. “Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, jadi kita harus tahu bagaimana cara menghadapi anak yang aktif, pendiam dan pemalu. Yaitu dengan melakukan pendekatan persuasive. Yaitu memberikan perhatian pada yang bersangkutan, tetapi perhatian yang diberikan tidak terlampau berlebihan dengan anak-anak yang lainnya,” katanya.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 29 September 1986 ini mengatakan, kunci sukses seorang guru terletak pada kemampuannya menempatkan diri di sisi anak-anak dan keberadaannya didambakan dan diinginkan oleh anak-anak.
“Yang memotivasi menjadi guru adalah orangtua. Ayah menginginkan saya melanjutkan cita-citanya sebagai seorang guru yang tidak tersampaikan karena faktor ekonomi,” jelas anak kedua dari dua bersaudara pasangan H Zainuddin dan Hj Zaenab ini.
Istri Chairul Yasni inipun berpesan kepada guru lain agar melakukan segala pekerjaannya dengan hati ikhlas. Karena dengan hati ikhlas, pekerjaan akan terasa enjoy dan nyaman.
“Jadilah seorang guru yang disenangi dan didambakan oleh murid-muridnya. Dan jadikanlah pekerjaan kita sebagai tantangan hidup yang dapat menjadikan kita sebagai pribadi yg mulia dimata Allah SWT,” pungkasnya. (wan/ast)
Hal itu diungkapkan Shafinatul Jannah, guru SD Negeri Taman, Kecamatan Paiton. “Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, jadi kita harus tahu bagaimana cara menghadapi anak yang aktif, pendiam dan pemalu. Yaitu dengan melakukan pendekatan persuasive. Yaitu memberikan perhatian pada yang bersangkutan, tetapi perhatian yang diberikan tidak terlampau berlebihan dengan anak-anak yang lainnya,” katanya.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 29 September 1986 ini mengatakan, kunci sukses seorang guru terletak pada kemampuannya menempatkan diri di sisi anak-anak dan keberadaannya didambakan dan diinginkan oleh anak-anak.
“Yang memotivasi menjadi guru adalah orangtua. Ayah menginginkan saya melanjutkan cita-citanya sebagai seorang guru yang tidak tersampaikan karena faktor ekonomi,” jelas anak kedua dari dua bersaudara pasangan H Zainuddin dan Hj Zaenab ini.
Istri Chairul Yasni inipun berpesan kepada guru lain agar melakukan segala pekerjaannya dengan hati ikhlas. Karena dengan hati ikhlas, pekerjaan akan terasa enjoy dan nyaman.
“Jadilah seorang guru yang disenangi dan didambakan oleh murid-muridnya. Dan jadikanlah pekerjaan kita sebagai tantangan hidup yang dapat menjadikan kita sebagai pribadi yg mulia dimata Allah SWT,” pungkasnya. (wan/ast)



COMMENTS