Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 07/04/2016 SUMBERASIH – Dalam rangka meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Penda...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 07/04/2016
Workshop ini diikuti oleh 133 koordinator PBB desa dan 12 koordinator PBB Kecamatan (Sukapura, Sumber, Kuripan, Bantaran, Leces, Tegalsiwalan, Dringu, Wonomerto, Lumbang, Sumberasih, Tongas dan Gending).
Kepala Dispenda Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno melalui Kepala Bidang Pelayanan, Penagihan dan Pengawasan Yulis Setyaningsih mengatakan bahwa beberapa koordinator desa dan kecamatan masih kurang mampu dalam menggunakan aplikasi data dalam rangka melakukan penyetoran pembayaran kepada Bank Jatim.
“Selain itu, kurangnya pemahaman para koordinator desa dan kecamatan dalam hal administrasi terkait dengan pemungutan dan penyetoran PBB. Bahkan ada yang belum mampu mengoperasikan aplikasi komputer,” ujarnya.
Menurut Yulis, kegiatan ini dimaksudkan meningkatkan pemahaman dan ketrampilan para koordinator desa di tingkat desa maupun tingkat kecamatan. “Tujuannya untuk kelancaran administrasi dan pelaksanaan aplikasi dalam rangka pemungutan dan penyetoran PBB,” jelasnya.
Yulis menambahkan bahwa tahun 2015 lalu Dispenda melakukan monitoring ke kecamatan untuk melakukan penagihan kepada yang menunggak PBB. Selain mengingatkan dan melihat dari dekat realisasi capaian PBB yang diperoleh petugas pemungut, dilakukan pula kroscek terkait administrasi.
“Ternyata banyak yang belum paham terkait penyusunan adminitrasi karena memang faktor SDM. Bahkan ada yang tidak mampu mengoperasikan komputer. Disamping juga adanya petugas pemungut PBB baru di beberapa desa. Akhirnya Pak Kadis (Kepala Dispenda Hadi Prayitno, Red) membuat kebijakan untuk diberikan pembinaan administrasi,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS