Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 13/04/2016 KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Rabu (13/4/2016) menggelar rap...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 13/04/2016
Kasi Pencegahan dan Pengamatan Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo Seneman mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan informasi tentang kejadian ikutan pasca imunisasi, tata laksana kasus KIPI, pembiayaan kasus KIPI serta pelaporan kasus KIPI serius dan non serius.
“Harapannya terjalin jejaring kerja antar komponen dalam Komite Daerah KIPI serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petugas pelaksana imunisasi dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan KIPI di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Probolinggo Ari Suciati mengungkapkan imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit menular dengan memberikan perlindungan kepada individu dan komunitas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
“Seiring dengan cakupan imunisasi yang tinggi, maka penggunaan vaksin juga meningkat dan sebagai akibatnya kejadian yang berhubungan dengan imunisasi juga meningkat. Dalam menghadapi hal tersebut penting diketahui apakah kejadian tersebut berhubungan dengan vaksin yang diberikan ataukah terjadi secara kebetulan,” ujarnya.
Menurut Ari Suciati, reaksi simpang yang dikenal sebagai KIPI adalah kejadian medis yang terjadi setelah pemberian imunisasi dapat berupa reaksi vaksin, reaksi suntikan, kesalahan prosedur ataupun koinsidens sampai ditentukan adanya hubungan kausal.
“Untuk mengetahui hubungan antara imunisasi dengan KIPI diperlukan surveilans KIPI berupa pencatatan dan pelaporan semua reaksi simpang yang timbul setelah pemberian imunisasi. Surveilans KIPI tersebut sangat membantu program imunisasi, khususnya untuk memperkuat keyakinan masyarakat akan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit yang paling efektif,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS