Penulis : Wawan Bromo FM Jumat, 01/04/2016 DRINGU – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolingo ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jumat, 01/04/2016
Pembentukan Kampung KB ini sebagai bagian dari upaya pengembangan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Hal ini merupakan tindak lanjut atas kebijakan pemerintah pusat yang membuat inovasi strategis dalam rangka penguatan program KKBPK untuk periode 2015-2019. Terutama untuk melaksanakan kegiatan prioritas yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran yang telah ditetapkan serta memperluas cakupan program KKBPK di seluruh tingkatan wilayah.
Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti melalu Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat Herman Hidayat mengungkapkan, kriteria Kampung KB dipilih pada tingkatan RT. Atau dusun yang cakupan KB-nya paling rendah, masyarakat yang belum ikut KB tinggi, pernikahan dini tinggi serta keluarga miskin tinggi.
“Kampung KB ini sebagai upaya percepatan dalam meningkatkan keberhasilan program KB yang sudah berjalan. Melalui IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan), PPKBD (Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa) dan Sub PPKBD meningkat kinerjanya,” katanya.
Menurut Herman, IMP banyak yang juga merangkap dengan kader posyandu sehingga mereka tidak terbatas dalam membantu program KB juga bisa meningkatkan fungsi posyandu dalam memberikan pelayanan dasar kesehatan.
“Di dalam Kampung KB nantinya terdapat keterpaduan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga dan pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sitematis. Kampung KB direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi oleh dan untuk masyarakat,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS