Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 14/04/2016 DRINGU – Sedikitnya 60 orang pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Kabu...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 14/04/2016
Bimtek yang digelar di ruang pertemuan Bentar Kabupaten Probolinggo ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono. Sebagai narasumber hadir Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur Chepi Sukur Laksana.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Santiyono mengungkapkan bahwa koperasi itu jatuh tatkala sudah mau maju dan berkembang. “Hal ini dikarenakan adanya kelalaian dari para pengurus dan pengawas dalam mengelola koperasi sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi,” katanya.
Lebih lanjut Santiyono meminta agar kekayaan para pengurus dan koperasi harus segera dipisahkan. Sehingga nantinya bisa jelas antara kekayaan pengurus dan koperasi, terutama yang berkaitan dengan aset-asetnya.
“Tolong para pengurus agar direview dan dicatat kembali semua aset yang menjadi kekayaan koperasi. Masalah aset ini memang gampang-gampang susah, terutama yang menyangkut tanah,” jelasnya.
Menurut Santiyono, permasalahan utama KPRI terletak pada mutasi keanggotaanya. Sebab jika ada anggota yang mutasi, maka otomatis semua ikut berubah. “Hal lain, saat yang lama-lama sudah pensiun terkadang yang baru tidak mau masuk menjadi anggota,” terangnya.
Oleh karena itu Santiyono mengajak para pengurus KPRI untuk merangkul para anggota baru agar mau menjadi anggota. “Kebanggaannya, para KPRI ini saat ini sedang melakukan gerakan koperasi peduli terhadap masyarakat miskin dengan membagi-bagikan sembako,” tegasnya.
Tidak lupa Santiyono juga meminta para para pengurus KPRI melakukan pendidikan kepada calon anggota baru sehingga akan meningkatkan pemahaman dan pengetahuannya. “Siapkan kader-kader untuk pengabdian di koperasi di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Sementara Kasi Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Dinas Koperasi dan UKM Josef Teguh Sulaksono mengungkapkan bimtek ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada para pengurus koperasi tentang pergantian pengurus dan peraturan baru terkait perkoperasian.
“Koperasi ini merupakan sebuah wadah yang sangat potensial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga perlu untuk terus ditingkatkan keberadaannya, begitu ada pengurus pensiun, langsung dilakukan pergantian sesuai dengan peraturan perkoperasian,” katanya. (wan/ast)


COMMENTS