Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 18/04/2016 KRAKSAAN – Hingga bulan April 2016, sebanyak 34 desa di Kabupaten Probolinggo tercatat paling...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 18/04/2016
KRAKSAAN – Hingga bulan April 2016, sebanyak 34 desa di Kabupaten Probolinggo tercatat paling cepat melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2016. Ke-34 desa tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno. “Alhamdulillah, hingga awal April 2016, sudah ada 34 desa yang lunas PBB-P2 100%. Terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari masyarakat yang sudah membayar PBB-P2 sebelum jatuh tempo,” katanya.
Menurut Hadi, hingga tanggal 7 April 2016, realisasi penerimaan PBB P-2 di Kabupaten Probolinggo telah mencapai Rp 729.716.424 atau 7,84% dari target sebesar Rp 11.500.000.000 terdiri dari PBB Perdesaan sebesar Rp 5.700.000.000 dan PBB Perkotaan sebesar Rp 5.800.000.000.
“Dari target baku PBB-P2 sebesar Rp 11,5 miliar realisasinya sudah mencapai Rp 729 juta. Kesadaran masyarakat dan wajib pajak perlu terus ditingkatkan. Hal ini tentunya butuh proses dan komitmen bersama dari semua pihak,” jelasnya.
Hadi menjelaskan, untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) PBB-P2 tahun 2016 perlu adanya peningkatan koordinasi dan evaluasi kepada pihak terkait mulai dari camat, koordinator pemungut, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Probolinggo.
“Harapan ke depan kami bisa memanfaatkan potensi yang sekarang belum tergali secara maksimal. Tetap kita lakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Sebab banyak lahan-lahan yang sudah ditempati bangunan, tetapi masih berbunyi lahan saja,” pungkasnya. (wan/ast)
Senin, 18/04/2016
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno. “Alhamdulillah, hingga awal April 2016, sudah ada 34 desa yang lunas PBB-P2 100%. Terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari masyarakat yang sudah membayar PBB-P2 sebelum jatuh tempo,” katanya.
Menurut Hadi, hingga tanggal 7 April 2016, realisasi penerimaan PBB P-2 di Kabupaten Probolinggo telah mencapai Rp 729.716.424 atau 7,84% dari target sebesar Rp 11.500.000.000 terdiri dari PBB Perdesaan sebesar Rp 5.700.000.000 dan PBB Perkotaan sebesar Rp 5.800.000.000.
“Dari target baku PBB-P2 sebesar Rp 11,5 miliar realisasinya sudah mencapai Rp 729 juta. Kesadaran masyarakat dan wajib pajak perlu terus ditingkatkan. Hal ini tentunya butuh proses dan komitmen bersama dari semua pihak,” jelasnya.
Hadi menjelaskan, untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) PBB-P2 tahun 2016 perlu adanya peningkatan koordinasi dan evaluasi kepada pihak terkait mulai dari camat, koordinator pemungut, kepala desa dan lurah se-Kabupaten Probolinggo.
“Harapan ke depan kami bisa memanfaatkan potensi yang sekarang belum tergali secara maksimal. Tetap kita lakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Sebab banyak lahan-lahan yang sudah ditempati bangunan, tetapi masih berbunyi lahan saja,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS