Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 31/03/2016 KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Kamis (31/3/2016) menggelar wor...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 31/03/2016
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Probolinggo Ari Suciati mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan informasi tentang kejadian ikutan pasca imunisasi. “Selain itu memberikan informasi tentang tata laksana penanggulangan KIPI, upaya pencegahan dan penanggulangan KIPI serta pembiayaan kasus KIPI,” katanya.
Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit menular dengan memberikan perlindungan kepada individu dan komunitas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
“Seiring dengan cakupan imunisasi yang tinggi maka penggunaan vaksin juga meningkat dan sebagai akibatnya kejadian yang berhubungan dengan imunisasi juga meningkat. Dalam menghadapi hal tersebut penting diketahui apakah kejadian tersebut berhubungan dengan vaksin yang diberikan ataukah terjadi secara kebetulan,” katanya.
Menurut Shodiq, reaksi simpang yang dikenal sebagai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) adalah kejadian medis yang terjadi setelah pemberian imunisasi dapat berupa reaksi vaksin, reaksi suntikan, kesalahan prosedur ataupun koinsidens sampai ditentukan adanya hubungan kausal.
“Untuk mengetahui hubungan antara imunisasi dengan KIPI diperlukan surveilans KIPI berupa pencatatan dan pelaporan semua reaksi simpang yang timbul setelah pemberian imunisasi. Surveilans KIPI tersebut sangat membantu program imunisasi, khususnya untuk memperkuat keyakinan masyarakat akan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit yang paling efektif,” jelasnya. (wan/ast)


COMMENTS