Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 29/03/2016 PROBOLINGGO – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Selasa (29/3...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 29/03/2016
PROBOLINGGO – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Selasa (29/3/2016) membuka Focus Group Discusion (FGD) dalam rangka penelitian mahasiswa pasca sarjana Universitas Pertahanan Indonesia di Pendopo Kabupaten Probolinggo.Kegiatan ini mengambil tema “Peran dan Pola Koordinasi Antara Pemerintah, Lembaga Usaha dan Masyarakat Dalam Penanggulangan Erupsi Gunungapi Bromo” dalam kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Program Studi Manajemen Bencana di Kawasan Gunung Bromo (Kabupaten Probolinggo dan Malang).
Hadir dalam kegiatan ini Dosen Universitas Pertahanan Indonesia Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, Wakil Dekan Fakultas Manajemen Universitas Pertahanan Indonesia Marsekal Pertama TNI Tatan Kustana, Kepala Prodi Manajemen Bencana Kolonel Laut Kristine, perwakilan SKPD serta 34 mahasiswa.
Dalam sambutannya Wabup Timbul menyampaikan bahwa bencana erupsi Gunung Bromo telah terjadi sejak 4 Desember 2015 sampai dengan 26 Februari 2016 yang lalu berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Bromo (PPGA), maka dari status siaga menjadi waspada.
“Sampai saat ini Gunung Bromo di Kecamatan Sukapura masih dinyatakan status waspada sama dengan diantara 10 gunungapi di Indonesia yang masih juga dinyatakan status waspada,” katanya.
Menurut Wabup Timbul, adapun data kerugian akibat bencana erupsi diantaranya sektor pertanian terdampak pada lahan pertanian produktif rusak seluas 5.221,83 Ha di 3 kecamatan (Sukapura, Sumber, Lumbang) dan mempengaruhi ekonomi masyarakat.
“Sektor pariwisata, lumpuhnya pelaku wisata akibat ditutupnya wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) sehingga turunnya okupansi hotel dari wisatawan domestik maupun mancanegara,” terangnya.
Sementara Kepala Prodi Manajemen Bencana Universitas Pertahanan Indonesia Kolonel Laut Kristine mengatakan Gunung Bromo dipilih karena baru saja mengalami erupsi. Tujuannya adalah untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami ingin melihat peran pemerintah dan masyarakat dalam melakukan penanggulangan bencana erupsi Gunung Bromo,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemaparan terkait keberadaan BPBD Kabupaten Probolinggo serta upaya penanggulangan bencana oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi. (wan/ast)


COMMENTS