Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 15/03/2016 KRAKSAAN – Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Selasa (15/3/2016) memb...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 15/03/2016
Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang peserta dari SKPD terkait, kecamatan, kepala puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, TP PKK Kabupaten Probolinggo, media, kepala desa, lurah, perwakilan sekolah serta perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Probolinggo.
Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengungkapkan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo sampai dengan Desember 2015 sebanyak 1.085 kasus dengan kasus tertinggi ibu rumah tangga.
“Dalam menghadapi epidemi HIV tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi untuk menghasilkan program yang cakupannya tinggi, efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Menurut Wabup Timbul, strategi penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat agar menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan.
“Hal ini memerlukan peran aktif multipihak baik pemerintah maupun masyarakat termasuk mereka yang terinfeksi dan terdampak, sehingga keseluruhan upaya penanggulangan HIV dan AIDS dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya yang menyangkut area pencegahan, pengobatan, mitigasi dampak dan pengembangan lingkungan yang kondusif,” jelasnya.
Lebih lanjut Wabup Timbul menegaskan bahwa uji publik ini dilakukan sebagai penyempurnaan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Kita harus berupaya untuk efisien dan melayani masyarakat, terutama penderita HIV-AIDS. Tidak ada waiting list, harus ditangani terus. Kepedulian kita sangat dibutuhkan dalam mempermudah pelayanan dan memuaskan pasien,” tegasnya.
Sementara Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Probolinggo Hari Kaspiantoro mengungkapkan kegiatan ini bertujuan agar bisa mengetahui dan memahami kebijakan program kesehatan dalam mendukung penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo.
“Disamping bisa memberikan input dalam pembuatan Perbup Penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo sehingga terbentuk aturan dan dukungan kebijakan dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo,” katanya. (wan/ast)


COMMENTS