Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 19/03/2016 DRINGU – Dalam rangka memaksimalkan program KB, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 19/03/2016
DRINGU – Dalam rangka memaksimalkan program KB, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di 330 desa/kelurahan di Kabupaten Probolinggo. Dalam pembinaan ini disampaikan program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) dan program kampung KB.Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat Herman Hidayat mengungkapkan, di dalam IMP terdapat Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD yang bertugas membantu program KB sampai ke tingkat RT.
“PPKBD dan Sub PPKBD ini dipilih oleh kepala desa dan mempunyai tugas untuk melakukan penggerakan dan pelayanan KB di tingkat desa dan RW di setiap dusun. Melalui peran mereka program KB bisa sampai kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Herman, pembinaan IMP ini bertujuan untuk meningkatkan peran IMP dalam melaksanakan tugas penggerakan dan pelayanan KB lebih baik. Apalagi pertemuan IMP lengkap ini baru dilaksanakan tahun ini dengan sumber dana dari APBN.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi karena gaung KB itu di tengah masyarakat sudah mulai menurun secara nasional. Di dukung dengan hasil survei Provinsi Jawa Timur bahwa masyarakat yang menerima informasi tentang alat kontrasepsi secara lengkap (suntik, pil, IUD, implant, MOW, MOP dan kondom) hanya 6,7%,” jelasnya.
Dikatakan Herman, hal ini menandakan bahwa penyampaian informasi kepada masyarakat menurun. Karena salah satu penyebabnya memang masih kekurangan tenaga penyuluh KB secara nasional.
“Pembinaan ini dilakukan untuk memberdayakan IMP supaya informasi yang disampaikan atau diterima oleh masyarakat bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS