Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 06/03/2016 PAKUNIRAN – Kunci sukses seorang bidan adalah sabar dan ikhlas dalam menjalankan tugasn...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 06/03/2016
PAKUNIRAN – Kunci sukses seorang bidan adalah sabar dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. Sebab bidan memiliki tugas yang sangat berat. Salah satunya adalah menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) di Kabupaten ProbolinggoSetidaknya hal itu yang selalu menjadi pedoman bagi Bidan Desa Bucor Wetan Kecamatan Pakuniran Umi Nihayatus Sholihah. “Saya berharap agar masyarakat selalu membantu tugas bidan. Caranya dengan melakukan persalinan ke tenaga kesehatan dan membiasakan hidup ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” katanya.
Perempuan kelahiran Tulungagung, 7 Mei 1982 ini berharap, terpenuhinya kesejahteraan bidan se-Kabupaten Probolinggo, utamanya bidan PTT. “Motivasi saya menjadi bidan adalah ingin menjadi wanita yang berguna bagi nusa bangsa dan agama,” jelasnya.
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Rochani dan Sugiarti ini mengaku, sukanya menjadi bidan karena dengan profesi ini bisa menolong orang lain dan berguna di masyarakat.
“Dukanya kalau tengah malam hujan-hujan ada panggilan orang melahirkan, sementara untuk menuju ke rumah pasien tidak bisa ditempuh dengan sepeda motor, harus jalan kaki. Hiii serem, malam-malam lewat pemakamam umum. Tetapi semua itu akan terbayarkan setelah melihat ibu dan bayinya selamat,” tegasnya.
Istri Ali Imron ini mengaku, memiliki pengalaman paling berkesan saat tugas di Desa Blimbing dan harus merujuk pasien ke rumah sakit dengan menggunakan tandu. “Tandunya dari kursi kayu. Upaya ini ditempuh karena kendaraan tidak bisa masuk. Itu menjadi pengalaman yang tidak bisa saya lupakan sampai saat ini,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS