Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 30/03/2016 KRAKSAAN - Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pen...
Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 30/03/2016
Hal tersebut terungkap dalam pembahasan awal program Molimo yang dipimpin oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko atas prakarsa Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan di Kantor Dispendik Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/3/2016).
Kapolres Iwan Setyawan mengungkapkan bahwa Molimo ini akan berdampak kepada konflik sosial. Tugas ini tidak akan berjalan dengan maksimal manakala diserahkan kepada polisi saja. “Selama ini kami sudah melakukan upaya pencegahan, preventif dan penegakan hukum. Tetapi secara analisa, masih sering terjadi kejadian serupa,” katanya.
Menurut Kapolres, untuk menyikapi hal tersebut harus ada program bahan pelajaran kepada siswa SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Dimana bahan ajar ini disampaikan kepada siswa. “Kebetulan kami sudah membuat film Molimo bersama Kominfo yang akan diputar di videotron di Alun-alun Kota Kraksaan. Sehingga pemberantasan program Molimo bisa berjalan terpadu,” jelasnya.
Sementara Wabup Timbul menyambut prakarsa dari Polres Probolinggo tersebut. Menurutnya, program semacam ini sudah berjalan sejak lama, hanya saja kesannya berjalan sendiri-sendiri. Sehingga memang diperlukan keterpaduan program antara Pemerintah Daerah, Polres Probolinggo dan Kodim 0820 Probolinggo.
“Program ini harus diterjemahkan dan dianalisa dengan baik. Harus ada program terstruktur dan terarah dan satu kesatuan tindakan. Sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan demikian jelas, siapa berbuat apa dalam program berantas Molimo ini dan langsung dieksekusi,” katanya.
Menurut Wabup Timbul, selama ini program pemberantasan Molimo ini dilakukan secara seporadis. Padahal seharusnya dicari akar rumput dari permasalahan timbulnya Molimo ini. “Harapannya ada langkah antisipasi untuk melakukan analisa setiap persoalan program pemberantasan Molimo,” jelasnya.
Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menyampaikan bahwa bahan ajar program Molimo ini nantinya akan menjadi muatan lokal di lembaga pendidikan. “Kami siap menyusun bahan ajar ini dengan melibatkan 30 orang guru,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa penyusunan bahan ajar ini diawali dengan pembuatan Surat Keputusan Bupati Probolinggo tentang pembentukan program basmi Molimo. Setelah itu baru dibentuk tim pokja mulai pokja detektif, pokja preventif, pokja pencegahan dan pokja penegakan hukum. “Isi bahan ajar ini setidaknya berisi ilmunya, hukum positifnya, agama, kesehatan dan sosial,” tambah Kapolres Iwan Setyawan.
Kegiatan ini diikuti oleh Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf. Winarso, para Kasat Polres Probolinggo, Asisten Administrasi Pemkab Probolinggo Budi Purwanto dan Forkopimka Kraksaan. (wan/ast)


COMMENTS