Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 01/03/2016 KRAKSAAN - Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kabupaten Probolinggo beberapa hari terak...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 01/03/2016
KRAKSAAN - Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kabupaten Probolinggo beberapa hari terakhir, tampaknya bakal berlangsung hingga 10 hari ke depan. Sebab, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, puncak hujan terjadi hingga 10 hari pertama di bulan Maret 2016 mendatang.Tidak hanya untuk wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo, prakiraan cuaca tersebut juga berlaku untuk wilayah kabupaten/kota lain di wilayah Jawa Timur (Jatim). “Februari sampai dengan 10 hari pertama Maret adalah puncak musim hujan di Jatim,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Bambang Setiajid, Selasa (1/3/2016).
Setelah itu, intensitas hujan akan turun secara landai pada bulan April, karena masuk masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Namun, pada bulan Mei nanti sudah sudah masuk musim kemarau. “Bulan Mei diperkirakan masuk musim kemaru,” jelasnya.
Terkait ini BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana banjir dan longsor. Selain potensi longsor dan banjir, saat transisi nanti potensi angin puting beliung meningkat.
Bambang menambahkan, angin puting beliung muncul dari awan kumolonimbus (cb) yang menjulang tinggi. Awan itu muncul oleh penguapan yang tinggi pula di daratan. Karena itu, masa jeda hujan merupakan waktu rawan terjadinya puing beliung.
“Kalau hujannya turun setiap hari, potensinya malah turun. Tapi kalau sekarang hujan, kemudian satu sampai dua hari tidak, itu potensinya naik lagi,” katanya. Sebab semakin lama jeda terjadi, makin besar pula potensi angin puting beliung terjadi saat hujan.
Bambang mengatakan, saat jeda hujan terjadi proses penguapan juga besar. Cepat tidaknya angin juga bergantung pada lama tidaknya jeda berlangsung. “Semakin lama, semakin cepat. Apalagi saat jeda, anginnya kalem,” jelasnya.
Wilayah perbatasan menjadi daerah paling rawan diterpa angin puting beliung. Wilayah perbatasan yang dimaksud yakni antara dataran rendah dan tinggi atau area sawah dan permukiman penduduk. Disitu potensi awan cb terbentuk.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, puting beliung tidak bisa diprediksi jauh hari sebelumnya. Kedatangannya hanya bisa diprediksi 30 menit atau 1 jam sebelum kejadian. “Sekilas saja kedatangannya dan ini tidak bisa di prediksi,” pungkasnya. (maz/ast)


COMMENTS