Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 27/03/2016 PAITON – Produksi garam di Kabupaten Probolinggo tahun 2015 lalu mencapai 26.211,274 to...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 27/03/2016
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. “Apabila dibandingkan dengan tahun 2014, terjadi kenaikan sebesar 1.062,475 ton dari produksi garam sebesar 25.148,817 ton,” katanya.
Menurut Dedy, lahan tambak di Kabupaten Probolinggo tahun 2016 seluas 359,815 Ha, sama dengan data tahun 2015 atau berkurang 22,42 Ha dari data tahun 2014 seluas 382,235 Ha.
“Hal ini karena adanya alih fungsi lahan menjadi tambak intensif budidaya udang. Hingga saat ini, jumlah petambak garam sebanyak 60 kelompok dengan jumlah anggota 508 petambak garam,” jelasnya.
Dedy menerangkan, kebijakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016 diarahkan kepada peningkatan kualitas garam rakyat melalui berbagai cara mulai dari proses produksi di lahan hingga penanganan pengolahan garam.
“Dalam hal produksi, metode Teknologi Ulir Filter (TUF) dan penggunaan geoisolator akan kita kembangkan di lahan tambak di Kabupaten Probolinggo dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam,” terangnya.
Tahun 2015, jelas Dedy, penggunaan geoisolator telah diimplementasikan di lahan tambak garam di 8 desa potensi. Yakni, Randutatah Kecamatan Paiton, Kebonagung, Sidopekso dan Asembagus Kecamatan Kraksaan, Penambangan dan Sukokerto Kecamatan Pajarakan, Klaseman, Pajurangan dan Curahsawo Kecamatan Gending.
“Hasil penerapan pemasangan geoisolator dapat meningkatkan produksi garam dari 50 ton/Ha menjadi 75 ton/Ha atau peningkatannya mencapai 50% dibandingkan dengan menggunakan lahan tradisional,” pungkasnya. (wan/ast)
PAITON – Produksi garam di Kabupaten Probolinggo tahun 2015 lalu mencapai 26.211,274 ton. Garam sebanyak itu terdiri dari Kwalitas (Kw) 1 sebanyak 3.356,378 ton, Kw 2 sebanyak 20.064,2 ton dan Kw 3 sebanyak 2.790,696 ton.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. “Apabila dibandingkan dengan tahun 2014, terjadi kenaikan sebesar 1.062,475 ton dari produksi garam sebesar 25.148,817 ton,” katanya.
Menurut Dedy, lahan tambak di Kabupaten Probolinggo tahun 2016 seluas 359,815 Ha, sama dengan data tahun 2015 atau berkurang 22,42 Ha dari data tahun 2014 seluas 382,235 Ha.
“Hal ini karena adanya alih fungsi lahan menjadi tambak intensif budidaya udang. Hingga saat ini, jumlah petambak garam sebanyak 60 kelompok dengan jumlah anggota 508 petambak garam,” jelasnya.
Dedy menerangkan, kebijakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016 diarahkan kepada peningkatan kualitas garam rakyat melalui berbagai cara mulai dari proses produksi di lahan hingga penanganan pengolahan garam.
“Dalam hal produksi, metode Teknologi Ulir Filter (TUF) dan penggunaan geoisolator akan kita kembangkan di lahan tambak di Kabupaten Probolinggo dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam,” terangnya.
Tahun 2015, jelas Dedy, penggunaan geoisolator telah diimplementasikan di lahan tambak garam di 8 desa potensi. Yakni, Randutatah Kecamatan Paiton, Kebonagung, Sidopekso dan Asembagus Kecamatan Kraksaan, Penambangan dan Sukokerto Kecamatan Pajarakan, Klaseman, Pajurangan dan Curahsawo Kecamatan Gending.
“Hasil penerapan pemasangan geoisolator dapat meningkatkan produksi garam dari 50 ton/Ha menjadi 75 ton/Ha atau peningkatannya mencapai 50% dibandingkan dengan menggunakan lahan tradisional,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS