Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 03 Maret 2016 KRAKSAAN – Pertengahan Maret mendatang, Dana Desa (DD) tahap pertama untuk 325 des...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 03 Maret 2016
KRAKSAAN – Pertengahan Maret mendatang, Dana Desa (DD) tahap pertama untuk 325 desa sebesar Rp 225 miliar akan segera cair. Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Probolinggo Tanto Walono, Kamis (3/3/2016).
Menurutnya, percepatan penyaluran DD ini dimaksudkan agar program pembangunan di desa dapat segera direalisasikan. “Awalnya akan disalurkan bulan April, tapi informasi terbaru yang saya dapatkan, pertengahan bulan Maret ini akan ditransfer oleh pemerintah pusat,” katanya.
Menurut Tanto, DD tahun 2016 akan disalurkan menjadi dua tahap. Tahap pertama, DD yang akan disalurkan mencapai 60 persen. Sedangkan 40 persen sisanya akan disalurkan pada Agustus 2016 mendatang.
“Jika tahun sebelumnya ada tiga tahap dengan rincian 40, 40 dan 20 persen, namun untuk tahun ini hanya dua tahap saja tepatnya dibulan tiga dan bulan delapan dengan rincian 60 dan 40 persen,” terangnya.
Tanto mengatakan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, termasuk aparatur desa sudah siap untuk proses penyaluran DD. Kepada para kepala desa, Tanto kembali mengingatkan bahwa DD harus diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur.
“Kebutuhan lain baru menyusul bila kondisi infrastruktur di desa tersebut sudah memadai. Selama infrastruktur masih jelek, desa bersangkutan dilarang membelanjakan dana desa untuk keperluan lain,” jelasnya.
Lebih lanjut Tanto menambahkan bahwa prioritas DD tetap untuk infrastruktur. Kemudian untuk sarana dan pra sarana desa seperti posyandu dan lain-lain. “Jika kebutuhan mendasar sudah terpenuhi, dana desa bisa digunakan untuk kapasitas ekonomi desa seperti BUMDes, koperasi desa dan lain-lain,” tegasnya.
Tanto menerangkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan segala persiapan agar penyaluran DD dan penggunaannya tepat sasaran. Berbagai bentuk sosialisasi juga telah dilakukan agar masyarakat secara umum memahami DD dan turut serta dalam mengawasi program tersebut.
“Termasuk persiapan tenaga pendamping dan konsolidasi dengan pemerintah desa juga sudah dilakukan. Fasilitas pendukung lain pun telah disiapkan, tinggal bagaimana kita mengawalnya secara langsung,” tambahnya.
Jumlah DD yang akan ditransfer oleh pemerintah pusat untuk 325 desa di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo sejumlah Rp 225 miliar. Itu berarti setiap desa akan mendapatkan transfer DD kurang lebih sekitar Rp 700 juta. “Jumlahnya bisa dihitung sendiri dari jumlah yang ditansfer oleh pemerintah pusat kemudian dibagi jumlah desa yang ada,” urainya.
Teknisnya pun secara jelas dipaparkan oleh Tanto, yaitu syarat utama pencairan DD ini hampir serupa dengan syarat pencairan dana ADD (Alokasi Dana Desa) Kabupaten Probolinggo. “Pemerintah desa harus menyelesaikan pembuatan dokumen RPJMDes, RKPDes dan APBDes sehingga bisa mendapat surat rekomendasi dari kecamatan untuk mencairkan DD yang sudah diterima oleh Pemkab Probolinggo,” pungkasnya. (maz/ast)


COMMENTS