Penulis Wawan Bromo FM Rabu, 02/03/2016 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) b...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu, 02/03/2016
Lomba Polisi Cilik ini diikuti oleh 24 pleton perwakilan dari 24 Cabang Dispendik se-Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing pleton beranggotakan 20 orang yang akan memperagakan ketrampilan PBB dan senam lalu lintas.
Kegiatan yang dibuka Asisten Tata Praja Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari ini dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan Agus Widodo, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ahmad Hudi Arif, Ketua PGRI Kabupaten Probolingg Purnomo serta para Kepala Cabang Dispendik se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan kegiatan ini digelar untuk mempersiapkan generasi muda dalam mengenal lalu lintas. Program ini merupakan implementasi penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) berjenjang mulai dari Kapolri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI hingga tingkat Kabupaten Probolinggo.
“Pendidikan lalu lintas memang perlu masuk ke kurikulum di semua sekolah. Hal ini bentuk implementasi menanamkan budaya tertib berlalu lintas di masing-masing lembaga sekolah,” katanya.
Sementara Kapolsek Kraksaan Kompol Subadar mengatakan bahwa ada 3 (tiga) makna yang dapat diperoleh dalam lomba polisi cilik ini. Diantaranya adanya pemahaman lalu lintas, kedisiplinan dan ketahanan fisik.
“Penanaman pendidikan lalu lintas perlu dilakukan sedini mungkin agar lebih taat pada peraturan lalu lintas. Dengan pelatihan ini tentunya dapat melatih ketrampilan dan kedisiplinan yang mampu membangun fisik yang kuat,” ungkapnya.
Sedangkan Asisten Tata Praja Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan bahwa para peserta lomba merupakan tunas muda bangsa yang akan menggantikan pemimpin saat ini dimasa yang akan datang. Sehingga mulai saat ini harus siap dan meningkatkan kedisiplinannya.
“Kunci sukses dimanapun itu adalah disiplin. Sehingga harapannya dengan lomba ini adik-adik sudah mulai dini terbiasa menerapkan disiplin dan mentaati peraturan lalu lintas. Jangan sampai setelah mengikuti lomba ini tidak disiplin. Setidaknya bisa menjadi contoh di keluarga dan sekolah,” katanya. (wan/ast)


COMMENTS