Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 31/03/2016 KOTAANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mel...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 31/03/2016
Rabu (30/3/2016), pembinaan ini dilakukan di Kecamatan Kotaanyar. Dalam pembinaan ini para kelompok peduli HIV-AIDS ini diberikan materi tentang IMS dan HIV-AIDS, evaluasi kelompok peduli dan diskusi perencanaan tindak lanjut.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Promosi Kesehatan Sri Rusminah mengatakan masalah HIV-AIDS di Kabupaten Probolinggo sampai saat ini cukup serius. Sampai dengan Desember 2015, penderita HIV mencapai 1.085 orang dengan penderita terbanyak adalah ibu rumah tangga, bahkan ada beberapa bayi yang lahir dengan positif HIV.
“Pemerintah Kabupaten Probolinggo sudah berupaya dengan membentuk klinik VCT dan diantaranya adalah di RSUD Waluyo Jati. Dengan terbentuk VCT (Voluntary Counseling and Testing) di Kabupaten Probolingggo ini, maka kasus HIV AIDS dapat ditemukan secara dini dan jumlah kasus meningkat tajam dalam tahun terakhir ini,” katanya.
Menurut Sri Rusminah, masih ada kendala seperti faktor perilaku, keyakinan, norma budaya dan kondisi social yang membuat masyarakat masih tidak mau memeriksakan diri. Hal ini mengakibatkan kasus-kasus AIDS menjadi lambat terdeteksi dan baru ditangani pada kondisi terminal di Rumah Sakit.
“Sehingga perlu dilakukan upaya terobosan guna meningkatkan perilaku masyarakat ke arah perilaku sehat dengan cara memperkuat kelompok-kelompok masyarakat yang peduli dengan HIV-AIDS,” jelasnya.
Sri Rusminah menambahkan, jaringan kelompok orang-orang yang peduli dengan HIV-AIDS perlu diperkuat untuk ikut dalam penanggulangan dan pencegahannya. Saat ini yang sangat penting dilakukan adalah meningkatkan upaya promotif dan preventif dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat agar tahu, mau dan mampu berperilaku sehat dan mencegah diri sendiri dan keluarga dari penyakit HIV-AIDS serta peduli kepada masyarakat sekitarnya.
“Peran kelompok masyarakat sangat penting dalam membina dan memfasilitasi anggota masyarakat agar pengetahuan, ketrampilan, kemampuan meningkat untuk berperilaku hidup sehat. Di samping itu juga disebabkan karena sangat terbatasnya tenaga yang ada sehingga kinerja di lapangan kurang optimal. Dalam upaya ini , maka perlu diadakan kegiatan pembekalan kelompok peduli HIV-AIDS,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS