Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 03/03/3016 Penulis : Wawan Bromo FM DRINGU - Sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan gotong royong d...
Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 03/03/3016
Penulis : Wawan Bromo FM
DRINGU - Sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan gotong royong di masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) menggelar Lomba Pelaksana Gotong Royong Tingkat Kabupaten Probolinggo. Tahapan lomba ini dimulai dari seleksi administrasi, presentasi serta kunjungan lapangan.
Pada tahap kunjungan lapangan, ada tiga nominator yang didatangi tim juri yang berasal dari Bapemas, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, Badan Kesbangpol Linmas, Bagian Pemerintahan serta TP PKK Kabupaten Probolinggo.
Ketiga nominator tersebut diantaranya Desa Pabean Kecamatan Dringu, Desa Sumberkatimoho Kecamatan Krejengan dan Desa Gading Wetan Kecamatan Gading. Mereka dinilai dari bidang kemasyarakatan, ekonomi, lingkungan serta sosial budaya dan keagamaan.
Rabu (2/3/2016), penilaian dilakukan di Desa Pabean Kecamatan Dringu. Rombongan tim penilai disambut oleh Camat Dringu Kristiana Ruliani, Kepala Desa Pabean Bambang Susilo serta segenap tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kepala Bapemas Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan lomba ini bertujuan untuk menggerakkan semangat dan melestarikan budaya gotong royong. Dimana gotong royong itu tidak hanya dilakukan oleh masyarakat saja, tetapi juga aparatur desa dan kecamatan.
“Meskipun lomba, tetapi bersifat evaluasi pelaksanan gotong royong di masyarakat. Sebab gotong royong itu tidak hanya kerja bhakti dan bersih-bersih saja, tetapi juga di bidang ekonomi, kemasyarakaratan, lingkungan serta social budaya dan keagamaan,” katanya.
Menurut Heri, lomba ini dikhususkan untuk menggerakkan 4 bidang yang menjadi kriteria penilaian. Selama ini biasanya hanya fisik saja, padahal gotong royong itu sifatnya menggali budaya lokal yang menjadi identitas daerah.
“Sasaran dari lomba ini adalah pelestarian gotong royong kepada anak cucu generasi bangsa. Pada lomba ini tidak hanya dinilai kalah dan menang saja, tetapi semangat melestarikan gotong royong dan meneruskan ke generasi penerus. Sebab gotong royong adalah kekuatan untuk membangun desa dan bangsa,” pungkasnya.
Dari hasil evaluasi tim penilai, masing-masing nominator memiliki keunggulan yang berbeda. Untuk Desa Gading Wetan, unggul dari peranan pemuda karang taruna dalam membangun desa. Desa Sumberkatimoho unggul dalam peranan wanita dan pelayanan posyandu. Sementara Desa Pabean, unggul dalam seni budaya yang sangat tinggi serta pemanfaatan bank sampah yang menghasilkan produk handycraft.
Sementara Kepala Desa Pabean Bambang Susilo mengungkapkan bahwa semangat gotong royong yang dimiliki oleh masyarakat sangat tinggi. Semangat ini tidak hanya dilakukan pada waktu ada lomba saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, masyarakat sudah guyub dalam kegiatan gotong royong. Bagi masyarakat, gotong royong sudah menjadi sebuah kebutuhan. Inilah yang membedakan dengan daerah lain,” katanya. (wan/ast)


COMMENTS