Penulis : Wawan Bromo FM Jumat, 04/03/2016 KRAKSAAN – Untuk mengentas kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berkomitm...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jumat, 04/03/2016
KRAKSAAN – Untuk mengentas kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berkomitmen merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) minimal 1.000 rumah per tahun.Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Probolinggo Prijono. Menurutnya, tahun 2015 lalu pihaknya mampu merehabilitasi 1.000 unit RTLH yang difokuskan kepada para lanjut usia (lansia). Dimana setiap desa mendapatkan jatah 3 unit RTLH.
“Sebanyak 990 unit rumah kami bangun ke seluruh desa, kemudian sisanya atau 10 unit rumah dibangun di Kecamatan Gading,” katanya.
Menurut Prijono, hingga akhir tahun 2015 capaian rehabilitasi program ini sudah mencapai 94,7 persen RTLH. “Alhamdulillah, setelah program rehabilitasi 1.000 RTLH per tahun berjalan dua tahun dan target tahun 2015 sebanyak 990 unit, jumlah RTLH di Kabupaten Probolinggo tersisa 14.864 unit,” jelasnya.
Tahun ini, jelas Prijono, pihaknya mengajukan 1.500 unit RTLH dan tetap fokus kepada lansia. Dampaknya terlihat dari fisik di ruang tamu, lantai plester dan dinding tembok sehingga mereka tidur tidak di tanah lagi.
“Kalau di tanah akan berdampak pada kesehatan mereka. Seperti hamil, gampang terkena penyakit. Sehingga kalau sekarang lebih terjamin dan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) berkurang,” terangnya.
Ke depan, melalui kebijakan dari Bupati Probolinggo, RTLH nantinya tidak hanya berasal dari Dinas PU Cipta Karya tapi juga berasal dari Dana Desa. Sehingga dengan kondisi tersebut bisa jadi setiap tahun di Kabupaten Probolinggo akan mengurangi 2000 unit RTLH. “Nantinya dialokasikan dari Dana Desa dan minimal tiap desa ada 2 unit RTLH,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS