Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 19/03/2016 KRAKSAAN - Jelang panen raya, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Kabupate...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 19/03/2016
KRAKSAAN - Jelang panen raya, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Kabupaten Probolinggo terus menurun. Kondisi ini membuat petani mengaku merugi, sebab selain turunnya harga gabah, hasil panen tidak maksimal.Saat ini, harga gabah kering panen (GKP) berkisar antara Rp 2.400 hingga 2.700 per kilogram. Sebelumnya berada dikisaran Rp 3.700 per kilogram. Sementara harga gabah kering (HKG) ditingkat penggilingan padi hanya berkisar Rp 3.300 hingga Rp 3.500 per kilogram. Harga ini turun sekitar 1.300-1.500 per kilogram, karena harga sebelumnya mencapai Rp 4.800 per kilogram.
“Sudah hasil turun harga juga turun, soal kualitas juga kurang baik,” ujar petani asal Desa Bulu Kecamatan Kraksaan Didik Hariyanto (38), Sabtu (19/3/2016).
Menurutnya, selain menjelang masa panen raya, turunnya harga gabah kering panen juga disebabkan karena kualitas. Sebab beberapa bulan terakhir curah hujan sangat tinggi dan cuaca cukup ekstrim. Sehingga, saat petani hendak menjemur hasil panen gabah, hujan turun dan membuat gabah tidak cepat kering. “Mudah-mudahan harga gabah tidak turun lagi baik ditingkat petani maupun pedagang pengumpul,” harapnya.
Djailani (43), petani lainnya mengatakan, cuaca ekstrim sebulan terakhir berpengaruh terhadap kualitas gabah dan kuantitasnya. Lahannya, seluas 3.500 meter persegi, biasanya mampu menghasilkan sebanyak 15 kuintal gabah. Namun, saat ini hanya bisa memanen 10 kuintal saja. “Dengan yang ada sekarang tentu saya rugi, karena biaya tanam saja sudah lebih dari 2 juta,” tuturnya.
Harga gabah saat sekarang belum stabil dan diperkirakan harga gabah akan semakin turun. Terutama saat panen raya terjadi di berbagai daerah penghasil padi di wilayah Kabupaten Probolinggo. “Ini baru menjelang musim panen, pastinya harganya juga akan dapat berubah dan disesuaikan dengan kondisi panen,” prediksinya. (maz/ast)


COMMENTS