Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 08/03/2016 PAITON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendapatan (Dispenda),...
Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 08/03/2016
Kegiatan yang diikuti oleh para Camat dan instansi terkait PAD ini dihadiri oleh perwakilan Bank Jatim Cabang Kraksaan, Inspektur Kabupaten Probolinggo Soepwarwiyono dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Tanto Walono.
Dalam sambutannya Sekda Nawi mengatakan selain untuk mempererat tali silaturahim, kegiatan ini sangat penting untuk membentuk kebersamaan sebagai modal dasar dalam menjalankan tugas-tugas ke depan.
“Kegiatan ini sangat penting sekali karena salah satu sumber PAD Kabupaten Probolinggo adalah PBB. Untuk mencapai target PBB, para Camat sudah berusaha keras agar masyarakat di wilayahnya bisa lunas PBB,” ujarnya.
Kepada para Camat, Sekda Nawi meminta agar SPPT yang sudah diberikan kepada masyarakat segera ditindaklanjuti dengan baik agar perolehan PBB bisa mencapai target.
“Untuk mencapai target perolehan PBB ini, para Camat harus menjalin komunikasi yang baik dengan para Kepala Desa dan Petugas pemungut. Intinya bagaimana memotivasi agar masyarakat bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo,” jelasnya.
Sementara Kepala Dispenda Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno mengatakan ketetapan Buku 1 dan 2 tahun pajak 2016 untuk 24 kecamatan sebanyak 424.194 SPPT dengan nilai sebesar Rp 9.298.527.804 dan ketetapan Buku 3, 4 dan 5 tahun pajak 2016 untuk 24 kecamatan sebanyak 445 SPPT dengan nilai sebesar Rp 5.524.888.167.
“Sehingga jumlah keseluruhan ketetapan Buku 1, 2, 3, 4 dan 5 sebanyak 424.639 SPPT dengan nilai sebesar Rp 14.823.415.971,” katanya.
Menurut Hadi, ketetapan Buku Pajak selalu berubah setiap bulan dikarenakan adanya pengajuan keberatan untuk mendapatkan keringanan, SPPT ganda, pecah SPPT sehingga perubahan tersebut menyebabkan angka bertambah atau berkurang.
“Realisasi sampai dengan 22 Februari 2016 sebanyak 412 SPPT dengan nilai sebesar Rp 21.004.703 atau 0,23% sehingga masih tersisa 99,77%. Adapun realisasi penerimaan PBB tahun 2015 beserta tunggakan tahun-tahun sebelumnya mencapai Rp 13.821.459.052,” jelasnya.
Hadi menegaskan bahwa target PBB tahun 2016 dalam PAD sebesar Rp 11.500.000.000. “Pelunasan PBB pada akhir September 2016 sehingga untuk bulan berikutnya sudah dikenakan denda 2%,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS