Penulis : Wawan Bromo FM Jumat, 18/03/2016 KRAKSAAN – Sensus Ekonomi (SE) dilaksanakan 10 tahun sekali pada tahun berakhiran 6. Di ...
Penulis : Wawan Bromo FM
Jumat, 18/03/2016
KRAKSAAN – Sensus Ekonomi (SE) dilaksanakan 10 tahun sekali pada tahun berakhiran 6. Di mana SE 2016 adalah SE yang ke-4 sejak digelindingkan pada tahun 1986, 1996, 2006 dan 2016. Pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2016 secara serentak dilakukan mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2016.
“Kami memohon bantuan kepada semua pelaku usaha dan masyarakat untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Probolinggo,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo Djudjuk Widhialaksana.
Menurut Djudjuk, kebutuhan petugas SE 2016 sebanyak 1.058 petugas yang sudah diseleksi Februari lalu. Mereka akan dilatih di Hotel Tampiarto mulai 21 Maret.
Rencananya, petugas SE 2016 ini akan dilepas Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE di Alun-alun Kota Kraksaan, 29 April mendatang. “SE 2016 ini dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan,” jelasnya.
Djudjuk menambahkan, SE 2016 ini dilakukan dengan tujuan memberi gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi serta memperoleh informasi dasar yang mencakup semua sektor ekonomi.
“Selain itu, mengetahui karakteristik usaha di Indonesia, mengetahui daya saing bisnis di Indonesia khususnya Kabupaten Probolinggo serta mengantisipasi implementasi kawasan perdagangan bebas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” terangnya.
Sasaran SE 2016 adalah seluruh usaha/perusahaan non-pertanian, yang bertempat di lokasi tetap/permanen (mall, perkantoran, hotel, restoran, bank, pabrik , toko dan ruko), di lokasi tidak tetap (PKL dan pasar kaget), usaha keliling (tukang bakso, sol sepatu dan ojek) dan rumah tangga (warung, pulsa telepon). “Cakupannya pelaku usaha yang dikuasai pemerintah, lembaga non profit, korporasi/perusahaan serta rumah tangga,” pungkasnya. (wan/ast)
“Kami memohon bantuan kepada semua pelaku usaha dan masyarakat untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Probolinggo,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo Djudjuk Widhialaksana.
Menurut Djudjuk, kebutuhan petugas SE 2016 sebanyak 1.058 petugas yang sudah diseleksi Februari lalu. Mereka akan dilatih di Hotel Tampiarto mulai 21 Maret.
Rencananya, petugas SE 2016 ini akan dilepas Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE di Alun-alun Kota Kraksaan, 29 April mendatang. “SE 2016 ini dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan,” jelasnya.
Djudjuk menambahkan, SE 2016 ini dilakukan dengan tujuan memberi gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi serta memperoleh informasi dasar yang mencakup semua sektor ekonomi.
“Selain itu, mengetahui karakteristik usaha di Indonesia, mengetahui daya saing bisnis di Indonesia khususnya Kabupaten Probolinggo serta mengantisipasi implementasi kawasan perdagangan bebas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” terangnya.
Sasaran SE 2016 adalah seluruh usaha/perusahaan non-pertanian, yang bertempat di lokasi tetap/permanen (mall, perkantoran, hotel, restoran, bank, pabrik , toko dan ruko), di lokasi tidak tetap (PKL dan pasar kaget), usaha keliling (tukang bakso, sol sepatu dan ojek) dan rumah tangga (warung, pulsa telepon). “Cakupannya pelaku usaha yang dikuasai pemerintah, lembaga non profit, korporasi/perusahaan serta rumah tangga,” pungkasnya. (wan/ast)



COMMENTS