Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 08/02/2016 KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan UKM akan...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 08/02/2016
Senin, 08/02/2016
KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan UKM akan terus berupaya melakukan pembinaan terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang eksis sampai saat ini. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono.
Menurut Santiyono, sampai saat ini Dinas Koperasi dan UKM mencatat sudah ada sedikitnya 90 produk UKM unggukan di Kabupaten Probolinggo. Diantaranya, UKM Bambu Manis di Kecamatan Sumberasih, UKM Madu di Kecamatan Lumbang, UKM Pokak di Kecamatan Leces, UKM Bordir di Kecamatan Krejengan hingga UKM Bawang Goreng di Kecamatan Dringu.
“Tidak jarang, UKM unggulan ini sering menghiasi pameran produk UKM andalan Kabupaten Probolinggo di luar daerah dari tingkat Jawa Timur hingga tingkat Nasional. Hal ini juga dalam rangka menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berlangsung,” katanya, Senin (8/2/2016).
Untuk mendukung adanya Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Probolinggo jelas Santiyono, pihaknya berupaya memberikan kemudahan pelaku UMK dalam mendapat Ijin Usaha Mikro dan Menengah (IUMK). Banyak manfaat jika IUMK sudah mempunyai izin, salah satunya adanya kemudahan dalam proses peminjaman modal kepada bank,” jelasnya.
Karena akses kemudahan tersebut, pada akhir tahun 2015 lalu Diskop dan UKM Kabupaten Probolinggo mendapatkan piagam penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI atas prestasinya dalam mendorong percepatan penerbitan IUMK kepada pelaku usaha mikro dan menengah di Kabupaten Probolinggo.
“Hal ini menunjukkan bahwa Pemkab Probolinggo telah mampu memberikan kemudahan kepada para pelaku IUMK kepada para pelaku usaha. Terlebih sudah ada pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada Camat agar pelayanan bisa dilakukan lebih cepat dan mudah,” pungkasnya. (wan/abh)
Menurut Santiyono, sampai saat ini Dinas Koperasi dan UKM mencatat sudah ada sedikitnya 90 produk UKM unggukan di Kabupaten Probolinggo. Diantaranya, UKM Bambu Manis di Kecamatan Sumberasih, UKM Madu di Kecamatan Lumbang, UKM Pokak di Kecamatan Leces, UKM Bordir di Kecamatan Krejengan hingga UKM Bawang Goreng di Kecamatan Dringu.
“Tidak jarang, UKM unggulan ini sering menghiasi pameran produk UKM andalan Kabupaten Probolinggo di luar daerah dari tingkat Jawa Timur hingga tingkat Nasional. Hal ini juga dalam rangka menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berlangsung,” katanya, Senin (8/2/2016).
Untuk mendukung adanya Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Probolinggo jelas Santiyono, pihaknya berupaya memberikan kemudahan pelaku UMK dalam mendapat Ijin Usaha Mikro dan Menengah (IUMK). Banyak manfaat jika IUMK sudah mempunyai izin, salah satunya adanya kemudahan dalam proses peminjaman modal kepada bank,” jelasnya.
Karena akses kemudahan tersebut, pada akhir tahun 2015 lalu Diskop dan UKM Kabupaten Probolinggo mendapatkan piagam penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI atas prestasinya dalam mendorong percepatan penerbitan IUMK kepada pelaku usaha mikro dan menengah di Kabupaten Probolinggo.
“Hal ini menunjukkan bahwa Pemkab Probolinggo telah mampu memberikan kemudahan kepada para pelaku IUMK kepada para pelaku usaha. Terlebih sudah ada pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada Camat agar pelayanan bisa dilakukan lebih cepat dan mudah,” pungkasnya. (wan/abh)



COMMENTS